Mengenal Jenis-Jenis Gaya Renang

Setiap gaya renang mempunyai karakter dan benefit bagi tubuh yang berbeda.

Renang merupakan salah satu jenis olahraga kardio yang menguras cukup banyak energi. Kendati demikian, aktivitas fisik ini nyatanya justru banyak dijadikan sebagai kegiatan rekreasi yang jauh dari kesan memberatkan. Penggemarnya pun selalu ada di setiap rentang usia mulai dari anak-anak hingga dewasa dan paruh baya meski masing-masing tentu memiliki gaya renang favorit yang berbeda sesuai kemampuan tubuh.

Nah, bicara soal gaya, ada beberapa jenis gaya renang yang dapat Anda pilih untuk menikmati seru dan menyenangkannya olahraga satu ini. Meski secara umum renang mengaktifkan otot-otot di seluruh tubuh, tetapi tiap gaya memiliki beberapa titik fokus berbeda tentang otot daerah mana yang digunakan. Selain itu, tiap gaya juga dapat membakar kalori dalam jumlah yang berbeda antara satu dan yang lainnya.

Gaya Bebas

gaya bebas
lifestyleokezone.com

Seperti namanya, renang gaya bebas merupakan sebuah teknik berenang yang memungkinkan Anda untuk menggunakan kebebasan tangan dan kaki saat bergerak di dalam air sehingga tubuh dapat meluncur dengan cepat. Menurut catatan sejarah, manusia pun telah menggunakan teknik ini untuk berenang sejak zaman dulu.

Gaya bebas dalam renang pun dianggap sebagai gaya berenang yang paling cepat dan paling efisien. Pada tahun 1844 di London, gaya ini pun untuk kali pertama diperlombakan. Perenang yang berasal dari suku Indian pun berhasil mengalahkan perenang dari Inggris dengan menggunakan gaya bebas. Namun, perenang Inggris tersebut tetap memilih gaya dada karena menganggap gaya bebas tidak cukup elegan.

Saat memilih gaya renang ini, perenang akan menggunakan seluruh otot-otot tubuhnya, mulai dari otot inti (core), leher, lengan, dada, punggung, hingga kaki. Oleh karena itu, gaya bebas pun sangat bagus untuk membantu meregangkan otot punggung serta menjadikan persendian lebih kuat.

Menurut studi, gaya bebas dapat membantu seseorang yang berada dalam rentang berat badan 55 hingga 60 kg sebanyak sekitar 330 kalori. Sedangkan perenang yang memiliki berat badan di antara 65 sampai 70 kg, jumlah kalori yang terbuang dapat mencapai 409 kalori. Adapun durasi yang dibutuhkan adalah sekitar setengah jam.

Gaya Dada

Gaya Dada
artikeldanmateri.com

Jika diperhatikan, gaya renang yang satu ini mirip dengan cara katak berenang sehingga banyak pula yang menyebutnya dengan gaya katak. Berkebalikan dengan gaya bebas, gaya dada justru relatif jauh lebih tenang dan santai. Gaya dada tidak terlalu mementingkan kecepatan sehingga cocok bagi orang yang ingin berenang dengan lebih relaks.

Sejarah keberadaan gaya dada pun terbilang cukup lama dan diperkirakan sejak zaman batu. Pada Gua Perenang di Mesir, terdapat lukisan gerakan renang bergaya dada yang menyerupai katak. Selain itu, seorang profesor berkebangsaan Jerman bernama Nicolas juga menulis buku tentang berenang yang diterbitkan pada tahun 1538. Walaupun buku tersebut dimaksudkan untuk mengurangi risiko bahaya tenggelam, nyatanya justru banyak pembahasan mengenai cara belajar gaya dada yang disampaikan.

Seorang perenang yang memilih gaya dada harus menggerakkan kaki dengan cara yang mirip seperti tendangan katak. Dengan demikian, otot-otot kaki pun cukup aktif. Karena itu, gaya dada pun memiliki fungsi spesifik untuk memperbaiki fungsi otot kaki berikut mengencangkan otot punggung bagian atas serta trisep.

Bicara soal kalori yang dibuang, gaya dada juga cukup membakar banyak kalori meski terlihat santai. Rerata, kalori yang dapat terbakar untuk setengah jam berenang menggunakan gaya ini mencapai sekitar 300 hingga 450 kalori. Hal ini tentu bergantung pada berat badan serta intensitas perenang itu sendiri.

Gaya Punggung

Gaya Punggung
olahragapedia.com

Boleh dibilang, gaya renang ini memang terlihat cukup mencolok sekaligus menantang. Pasalnya alih-alih tubuh menghadap ke arah bawah (dalam air), perenang justru berenang dengan posisi terlentang dengan bagian punggung yang berada di permukaan air. Gerakan tangan dan kakinya sama seperti gaya bebas, hanya saja arahnya yang berlawanan.

Tak terlalu banyak catatan histori mengenai sejarah gaya punggung. Namun, gaya ini diyakini juga sudah dikenal sejak jauh zaman kuno dahulu. Adapun kali pertama gaya punggung dipertandingkan secara resmi adalah pada saat Olimpiade Paris 1900. Gaya ini juga merupakan gaya renang yang paling tua dipertandingkan setelah gaya bebas.

Gaya punggung dapat membantu memperpanjang tulang belakang sehingga membuat tubuh menjadi terlihat lebih tinggi sekaligus mempertahankan postur tubuh yang ideal. Teknik ini juga membutuhkan gerakan gerakan pinggul sehingga cocok untuk individu yang menghabiskan sebagian besar waktunya dengan duduk. Selain itu, gaya ini juga sangat membantu mengencangkan otot di beberapa area khusus seperti bahu, lengan, perut, bokong, dan kaki.

Kalori yang terbakar dengan gerakan ini pun cukup banyak. Perenang dengan berat badan di rentang 55 sampai 60 kg dapat membakar sekitar 240 kalori, sementara perenang dengan berat badan di rentang 55 sampai 60 kg dapat membakar hingga 355 kalori saat berenang dengan gaya punggung selama setengah jam. Namun tentu saja, angka ini juga sangat dipengaruhi oleh intensitas berenang yang dilakukan.

Gaya Kupu-Kupu

Gaya Kupu-Kupu
materibelajar.com

Gaya ini sebenarnya merupakan pengembangan dari gaya dada sebab dasar untuk melakukannya pun sama-sama mengandalkan kekuatan lengan. Bahkan dibandingkan gaya bebas, tenaga yang dikeluarkan untuk melakukan gaya kupu-kupu jauh lebih besar mengingat orientasi gerakan ini sesungguhnya adalah waktu tempuh yang lebih cepat. Adapun gerakannya yang juga mirip dengan lumba-lumba membuat gaya renang ini kerap disebut pula sebagai gaya lumba-lumba.

Seorang pelatih renang bernama David Armbuster di tahun 1934 menemukan bahwa memperbaiki metode mengayunkan lengan saat melakukan gaya dada ternyata memberi efek berenang yang lebih cepat. Momentum ini kemudian melahirkan gaya kupu-kupu. Selanjutnya di tahun 1935, perenang bernama Jack Sieg dari Universitas Iowa pun mengembangkan teknik menendang seperti sirip ekor ikan yang disebutnya sebagai ‘tendangan sirip ekor lumba-lumba’. Keduanya kemudian bersama-sama mengembangkan ‘penemuannya’ dan berhasil melahirkan teknik berenang yang lebih cepat.

Berenang dengan gaya kupu-kupu mewajibkan perenang untuk betul-betul menggunakan otot inti. Karena gaya ini lebih banyak melibatkan tubuh bagian atas, maka otot-otot di daerah lengan, dada, perut, dan punggung pun akan kencang. Di samping itu, gaya kupu-kupu juga membantu memperbaiki postur dan fleksibilitas tubuh.

Besarnya tenaga yang dikeluarkan untuk melakukan gerakan ini sepadan dengan kalori yang dibakar. Paling tidak, perenang dengan bobot 55 sampai 66 kg dapat membakar sekitar 330 kalori saat berenang dengan gaya kupu-kupu selama setengah jam. Sementara itu bagi perenang dengan bobot sekitar 65 sampai 70 kg, kalori yang terbakar untuk setiap setengah jam berenang dengan gaya kupu-kupu dapat mencapai 400 kalori.

Nah, itulah beberapa jenis gaya renang yang sangat umum dilakukan. Kendati demikian, ada lagi dua jenis gaya berenang yang perlu diketahui, yakni gaya renang anjing dan gaya renang samping. Keduanya tidak termasuk ke dalam kategori yang biasa diperlombakan, tetapi cukup banyak orang yang melakukannya untuk improvisasi.

Leave a Comment