kerajaan tulang bawang
freepik.com

Kerajaan Tulang Bawang: Sejarah dan Kehidupan

Posted on

Kerajaan Tulang Bawang adalah salah satu kerajaan yang terletak di provinsi Lampung, Indonesia. Meskipun kurang terkenal dibandingkan dengan kerajaan-kerajaan lain di Indonesia, kerajaan Tulang Bawang memiliki sejarah dan kebudayaan yang kaya.

Dalam artikel ini, kita akan membahas tentang sejarah, kehidupan, dan kebudayaan kerajaan Tulang Bawang secara lengkap.

Sejarah Kerajaan Tulang Bawang

Kerajaan Tulang Bawang didirikan pada abad ke-17 oleh seorang bangsawan dari Minangkabau bernama Ki Gede Sebayu. Nama “Tulang Bawang” berasal dari dua kata dalam bahasa Lampung yang berarti “tulang” dan “bawang”, yang mengacu pada dua sungai yang menjadi batas wilayah kerajaan ini.

Pada awalnya, kerajaan Tulang Bawang merupakan kerajaan kecil yang memiliki wilayah kekuasaan yang terbatas. Namun, pada abad ke-18, kerajaan ini mulai berkembang dan berhasil memperluas wilayahnya hingga mencakup sebagian besar wilayah Lampung.

Pada masa pemerintahan Sultan Agung, kerajaan Tulang Bawang menjadi salah satu kerajaan terkuat di wilayah Lampung dan berhasil mengalahkan kerajaan-kerajaan lain seperti Kerajaan Pugung Raharjo dan Kerajaan Way Halim.

Kehidupan Masyarakat Kerajaan Tulang Bawang

Masyarakat kerajaan Tulang Bawang pada umumnya adalah petani dan nelayan. Tanah yang subur dan aliran sungai yang melimpah membuat pertanian dan perikanan menjadi mata pencaharian utama masyarakat setempat.

Selain itu, kerajaan Tulang Bawang juga dikenal sebagai pusat perdagangan dan industri gerabah. Gerabah hasil produksi masyarakat setempat diperdagangkan ke berbagai daerah di Nusantara, bahkan hingga ke luar negeri.

Di dalam kerajaan, terdapat beberapa strata sosial yang terdiri dari raja, bangsawan, pedagang, dan rakyat jelata. Kehidupan masyarakat diatur oleh hukum adat yang sangat kuat dan berbasis pada nilai-nilai kearifan lokal.

Artikel Menarik:  Kerajaan Islam di Sumatera: Jejak Sejarah di Tanah Minang

Kebudayaan Kerajaan Tulang Bawang

Kerajaan Tulang Bawang memiliki kebudayaan yang sangat kaya dan unik. Salah satu ciri khas kebudayaan kerajaan ini adalah tarian tradisional Lampung yang dipentaskan pada berbagai acara adat dan keagamaan.

Di samping itu, kerajaan Tulang Bawang juga memiliki seni ukir yang sangat indah dan khas. Seni ukir kayu dan ukir bambu menjadi kebanggaan masyarakat setempat dan dijadikan sebagai cindera kebanggaan dalam memperlihatkan keunikan budaya Lampung kepada dunia.

Salah satu warisan kebudayaan yang masih dilestarikan hingga saat ini adalah rumah adat Lampung atau biasa disebut rumah gedong. Rumah ini terbuat dari kayu dan dihiasi dengan ukiran-ukiran yang indah. Rumah gedong menjadi tempat tinggal para bangsawan dan merupakan simbol kekuasaan di dalam kerajaan.

Selain itu, kerajaan Tulang Bawang juga memiliki adat perkawinan yang unik dan berbeda dari daerah lain di Indonesia. Adat perkawinan ini dikenal dengan sebutan “pengantin aji”.

Peninggalan Sejarah Kerajaan Tulang Bawang

Beberapa peninggalan sejarah yang masih tersisa hingga saat ini adalah benteng Benteng Ulakan, masjid-masjid kuno, dan makam-makam para raja di dalam kompleks makam kerajaan.

Benteng Ulakan merupakan benteng pertahanan yang dibangun pada masa pemerintahan Sultan Agung. Benteng ini terletak di desa Ulakan, Kecamatan Tulang Bawang Tengah, dan dapat dilihat dari jalan raya Lampung-Palembang.

Masjid-masjid kuno yang ada di wilayah kerajaan Tulang Bawang memiliki arsitektur yang sangat khas dan menunjukkan pengaruh Islam yang kuat di dalam kebudayaan Lampung. Beberapa masjid kuno yang masih tersisa antara lain Masjid Baiturrahman dan Masjid Al Munawwar.

Kompleks makam kerajaan yang terletak di desa Bumi Nabung, Kecamatan Tulang Bawang Udik, merupakan tempat peristirahatan terakhir para raja Tulang Bawang. Kompleks ini memiliki arsitektur yang indah dan didominasi oleh warna putih dan hijau.

Artikel Menarik:  Makanan Khas Kebumen: Lezatnya Kuliner dari Jawa Tengah

Kesimpulan

Kerajaan Tulang Bawang, meskipun kurang terkenal dibandingkan dengan kerajaan-kerajaan lain di Indonesia, memiliki sejarah dan kebudayaan yang sangat kaya. Masyarakat kerajaan Tulang Bawang pada umumnya adalah petani dan nelayan yang memiliki keahlian dalam bidang perdagangan dan industri gerabah.

Kerajaan Tulang Bawang memiliki kebudayaan yang unik dan khas, seperti tarian tradisional, seni ukir, dan rumah adat Lampung. Peninggalan sejarah seperti benteng, masjid-masjid kuno, dan kompleks makam kerajaan juga masih tersisa hingga saat ini.

Dengan begitu banyaknya peninggalan sejarah dan kebudayaan yang dimiliki oleh kerajaan Tulang Bawang, tidak mengherankan jika wisatawan dari berbagai daerah dan negara tertarik untuk mengunjungi kerajaan ini dan belajar lebih banyak tentang sejarah dan kebudayaannya yang kaya.