Mengenal Basofil dan Fungsinya dalam Sistem Imunitas

Basofil merupakan salah satu bagian dari sel darah putih. Sel darah ini berperan penting dalam menjaga sistem kekebalan tubuh.

Dikenal sebagai unsur utama dalam sistem imunitas, sel darah putih terdiri dari beberapa tipe sel. Salah satunya adalah basofil. Sama seperti tipe-tipe sel darah putih lainnya, basofil dapat melawan virus, bakteri, atau parasit yang dapat membahayakan tubuh. Namun, tipe sel darah putih ini juga memiliki fungsi utama yang berhubungan dengan respon dan reaksi alergi.

Apa Itu Basofil?

Apa Itu Basofil?
en.wikipedia.org

Basofil merupakan salah satu tipe sel darah putih (leukosit) yang termasuk ke dalam granulosit, yakni leukosit yang berbentuk butiran atau granula. Sel darah putih ini diproduksi di dalam sumsum tulang. Meski demikian, basofil menyebar dan dapat ditemukan di hampir seluruh jaringan tubuh. Karena itulah, basofil menjadi bagian penting dalam pembentukan sistem imunitas.

Fungsi Utama Basofil

Fungsi Utama Basofil
hisham.id

Granulosit basofil memiliki peran penting dalam menjaga kekebalan dan ketahanan tubuh. Fungsi utamanya adalah membentuk respon-respon alergi yang dijadikan sebagai sinyal bagi tubuh jika ada hal-hal yang dianggap membahayakan.

Ketika muncul reaksi alergi, basofil akan mengaktifkan zat histamina dan serotonin—sesuai kebutuhan—untuk memerangi alergen atau penyebab alergi agar reaksinya dapat berkurang. Basofil menghentikan penyebaran alergen dengan cara mengisolasi dan menghilangkannya sedikit demi sedikit. Dalam proses tersebut, alergen terkadang menimbulkan peradangan atau infeksi pada bagian tubuh tertentu. Hal ini juga dapat ditangani oleh basofil secara gradual.

Selain berperan dalam reaksi alergi dan pemusnahan alergen, basofil memiliki kandungan heparin yang mencegah terjadinya penggumpalan darah pada organ dalam. Basofil juga dapat memproduksi antibodi bernama imunoglobulin E (IgE). Antibodi ini banyak ditemukan di membran kulit dan berfungsi menyembuhkan infeksi pada kulit yang terluka.

Kadar Normal Basofil dalam Tubuh

Kadar Normal Basofil dalam Tubuh
pngdownload.id

Secara umum, basofil mendapatkan porsi sebanyak 3% dari jumlah keseluruhan sel darah putih. Dalam kadar normal, satu mikroliter darah sewajarnya memiliki 0-300 basofil. Kadar basofil yang tercatat 0.5% dari total sel darah putih sebenarnya masih dapat dianggap normal. Namun, kadar basofil yang terlalu rendah dari persentase tersebut atau justru melebihi batas kewajaran akan berdampak pada sistem imunitas, seperti menimbulkan infeksi atau beberapa jenis penyakit darah.

Kadar basofil biasanya dapat langsung diketahui setiap kali kamu melakukan cek darah lengkap, termasuk penghitungan kadar sel darah putih dan merah. Namun, jika ingin mendapatkan hitungan dan analisis yang lebih spesifik untuk kadar basofil, dokter akan menyarankan tes khusus untuk sel darah putih. Proses ini berfungsi untuk membantu dokter mendiagnosis dampak negatif atau penyakit yang mungkin timbul ketika kadar basofil berada di luar batas normal.

Kekurangan atau Kelebihan Basofil, Bagaimana Jadinya?

Kekurangan atau Kelebihan Basofil, Bagaimana Jadinya?
honestdocs.id

Basofil dapat melakukan fungsi utamanya dengan baik jika ia berada dalam kadar normal. Kekurangan maupun kelebihan kadar basofil dalam tubuh akan menimbulkan dampak negatif. Salah satu penyebab berkurangnya kadar basofil adalah reaksi alergi parah dan berlebih. Kondisi kekurangan basofil dalam tubuh disebut basopenia. Dampaknya, tubuh akan mudah terkena infeksi dan proses penyembuhannya akan memakan waktu lebih lama.

Sementara itu, kadar basofil dalam tubuh akan meningkat jika terdapat peradangan kronis di dalam tubuh. Dalam dunia medis, kondisi tersebut dikenal dengan istilah basofilia. Kelebihan kadar basofil ini dapat menjadi tanda sejumlah penyakit dan kelainan darah. Beberapa di antaranya adalah hypothyroidism (pelemahan fungsi kelenjar tiroid), thrombocythemia (penggumpalan darah berlebih), bahkan kanker darah seperti lymphoma dan leukemia.

Leave a Comment