Rumah Adat Gadang
pegipegi.com

Rumah Adat Gadang Sumatera Barat dengan Fakta Uniknya

Posted on

Rumah adat gadang adalah salah satu rumah adat masyarakat Minangkabau, Sumatera Barat. Kalau dilihat secara sepintas, rumah adat ini mempunyai bentuk atap yang sangat unik sehingga sangat mudah dikenali.

Arsitektur rumah gadang ini berkaitan dengan kebudayaan masyarakat Minangkabau sebab dibangun sebagai tempat tinggal sekaligus tempat pelaksanaan acara adat.

Adanya rumah adat ini memiliki berbagai fungsi yang berbeda-beda. Bahkan cukup banyak aspek lainnya yang dapat dipelajari dari rumah gadang, mulai dari sejarah, fakta unik, karakteristik, arsitektur dan lain sebagainya.

Sejarah Rumah Gadang

Sejarah Rumah Gadang
googleusercontent.com

Pada saat Majapahit ingin menduduki daerah Minangkabau, Majapahit sudah menyediakan berbagai pasukan dalam jumlah yang sangat besar.

Hal tersebut dilakukan karena masyarakat Minangkabau sudah mengira kalau mereka nggak akan mungkin menang dalam perang.

Setelah lamanya bernegosiasi, bukannya mereka perang yang dapat menimbulkan darah, namun mereka menawarkan adu kerbau. Jika dalam adu kerbau tersebut pihak Majapahit menang, maka mereka yang akan menduduki tanah Minangkabau.

Tetapi kalau kerbau pihak Majapahit kalah, maka semua masyarakat harus pergi dari Minangkabau. Majapahit menyetujui hal tersebut sehingga mereka mengirimkan seekor kerbau jantan yang sangat besar dan ganas.

Karena rakyat Minangkabau terkenal cerdik, bukannya mereka mengirimkan kerbau yang besar juga, justru mereka mengirimkan anak kerbau untuk bertanding.

Setelah anak kerbau dilepaskan, anak kerbau tersebut pun langsung berlari ke arah perut kerbau Majapahit untuk mencari susu.

Hal tersebut terjadi karena anak kerbau mengira kalau kerbau dari Majapahit merupakan induknya. Dalam waktu sebentar, perut kerbau Majapahit pun sobek karena pisau yang dipasang terlebih dahulu di ujung mulut anak kerbau.

Artikel Menarik:  Makanan Khas Kalimantan Timur yang Nikmati dan lezat

Dengan begitu, kerbau Majapahit dalam hitungan menit mati dan kemenangan menjadi milik rakyat Minangkabau. Oleh sebab itulah kenapa rumah gadang sengaja dibuat mirip seperti tanduk kerbau sebagai lambang kemenangan.

Artikel terkait: Rumah Adat Banjar

Arsitektur Rumah Adat Gadang

Arsitektur Rumah Adat Gadang
indonesiakaya.com

Salah satu ciri khas rumah gadang yang sangat mencolok dari rumah adat lainnya yaitu bentuk atap yang tampak megah dan kedua sisinya runcing.

Dengan bentuk atapnya, rumah adat ini disebut juga dengan rumah gonjong (rumah yang atapnya runcing). Nantinya, rumah ini dirancang sedemikian rupa supaya tahan gempa.

Hal tersebut dilakukan karena wilayah Sumatera Barat sering mengalami gempa bumi. Jadi tiang-tiang rumah gadang tersebut bukan ditanam ke dalam tanah, namun bertumpu di atas batu datar yang sangat lebar dan kuat.

Saat terjadi gempa, rumah gadang tersebut hanya bergerak di atas batu tempat tiang itu berdiri.

Perlu diketahui bahwa tiang-tiang rumah nggak disambungkan dengan paku, namun disambungkan dengan pasak yang dibuat dari kayu sehingga dapat menciptakan konstruksi tahan gempa.

Keunikan Rumah Gadang

Keunikan Rumah
ruangarsitek.id

Sebagai rumah adat, tentu saja mempunyai ciri khas atau keunikan yang membedakannya dari rumah adat yang lain. Adapun keunikan yang ada pada rumah gadang Ini, yaitu:

1. Jumlah Kamar Tergantung Penghuni Perempuan

Saat mendirikan rumah gadang, kamar dibuat sesuai dengan berapa jumlah perempuan yang tinggal di dalamnya. Dimana perempuan yang sudah mempunyai suami akan mendapatkan sebuah kamar.

 2. Atap Rumah Mirip Tanduk Kerbau

Arsitektur rumah adat ini sering disebut sebagai rumah bagonjong sebab atapnya berbentuk melengkung dan mempunyai gonjong. Bentuk atapnya seperti tanduk kerbau yang mana akan dihubungkan dengan tambo alam Minangkabau.

Artikel Menarik:  Mengenal Rumus ABC dan Penerapannya

Tambo alam yaitu cerita mengenai kemenangan orang Minang dalam peristiwa adu kerbau melawan masyarakat Jawa.

Sampai sekarang pun bentuk tanduk kerbau ini sangat sering digunakan oleh orang Minangkabau ketika membangun rumah, baik sebagai simbol maupun perhiasan.

3. Dapur Terpisah dari Rumah Utama

Setiap rumah adat tentu membutuhkan dapur untuk menyediakan makanan sehari-hari. Dapur tersebut biasanya terletak di bagian dalam rumah.

Hal tersebut berbeda dengan rumah adat gadang, dimana dapurnya terpisah dari rumah. Area dapur tersebut terletak  di halaman belakang rumah yang dibuat sangat megah dan nyaman.

4. Terdapat Rangkiang di Pinggir Rumah

Rangkiang adalah sebuah lumbung seperti rumah kecil yang berada di pinggir rumah Gadang. Dimana fungsinya untuk menyimpan berbagai makanan dan padi.

Dalam rangkiang tersebut terdapat pintu kecil untuk naik ke atas. Tak hanya itu saja, rangkiang juga mempunyai loteng berbentuk segitiga atau disebut dengan singkok.

5. Kayu Tahan Rayap

Untuk mendirikan rumah adat ini nggak boleh menggunakan sembarangan material. Sebab untuk membuat dinding, pintu, jendela dan tangga harus memiliki kayu yang berkualitas tinggi.

Salah satu kayunya yaitu kayu tonggak yang mempunyai usia tertentu. Sebelum menggunakannya, kayu tersebut direndam terlebih dahulu selama beberapa tahun. Hal tersebut dilakukan karena kunci dari kayu yang tahan rayap.

6. Bahan-Bahan Untuk Membuat Rumah Gadang

Bahan yang digunakan untuk membuat rumah adat ini menggunakan pohon Juha yang sangat kuat dan kokoh. Hal tersebut dapat disesuaikan dengan lingkungan alam di Sumatera Barat yang rawan akan gempa.

Selain itu terdapat motif ukiran yang digunakan untuk rumah adat ini seperti daun, bunga, buah-buahan dan tumbuhan. Bahan dasar lain yang digunakan untuk membuat rumah adat gadang, antara lain yaitu:

  • Kayu
Artikel Menarik:  Cicipi 10 Oleh-Oleh Khas Dieng: Wisata Gunung yang Menggoda

Kayu adalah bahan yang cukup penting dalam membangun rumah Gadang, terutama untuk tonggak tuo. 

  • Ijuk

Secara umum, ijuk biasanya digunakan untuk membuat atap rumah. Tak hanya itu saja, jerami juga sering digunakan untuk membuat atap rumah.

  • Bambu

Biasanya bahan yang digunakan untuk membuat dinding bagian belakang rumah yaitu  dengan bambu yang berkualitas.

  • Papan

Papan adalah kayu yang sudah dibelah tipis sekitar 3 sampai 5 cm yang mana akan digunakan untuk membuat dinding.

Fungsi Rumah Adat Gadang

Fungsi Rumah Adat Gadang
wikimedia.org

Rumah Gadang merupakan sebuah rumah utama yang dimiliki masyarakat Minang oleh suatu suku tertentu.

Sebagai rumah utama, biasanya rumah adat ini berfungsi  untuk melangsungkan acara adat seperti turun mandi, khitan, pernikahan, batagak gala, kematian dan acara adat lainnya.

Pelaksanaan acara tersebut biasanya di disebut dengan fungsi temporer sebab nggak berlangsung setiap hari, melainkan cuma di waktu tertentu saja.

Tak hanya itu saja, rumah adat ini dihuni oleh keluarga besar dengan segala aktivitas yang dilakukannya setiap hari.

Sebenarnya fungsi tersebut lebih dominan berlangsung di suatu Rumah Gadang. Bahkan di tempat tersebutlah interaksi antar anggota keluarga berlangsung.

Dengan berjalannya waktu, rumah adat gadang ini pun berfungsi sebagai rumah dan tempat musyawarah bahkan dijadikan juga sebagai monumen simbol kebanggaan masyarakat Minangkabau.

Perlu diketahui bahwa, rumah adat ini terlihat sedikit berbeda dengan rumah adat lainnya. Dimana rumah adat ini memiliki pengakhiran kanan dan kiri atau dalam bahasa Minang disebut Bapamokok yang berarti pintu masuk dari belakang.

Jadi ketika Anda berkunjung ke Sumatera barat dan ingin memasuki rumah, maka sebaiknya harus masuk melalui pintu belakang rumah. Namun dengan berkembangnya zaman, cukup banyak juga rumah gadang yang dimodifikasi sehingga memiliki pintu depan. Terima kasih atas kunjungan Anda.