Rumah Adat Honai
indozone.news

Rumah Adat Honai Khas Papua yang Dipenuhi Karakteristiknya

Posted on

Di bagian timur Indonesia, ada beberapa suku masih mempertahankan erat tradisinya salah satunya suku Dani  Papua yang tinggal di rumah adat  Honai.

Honai menjadi salah satu rumah khas Papua, tapi nggak bisa ditemukan di seluruh Papua melainkan cuma bisa  ditemukan pada suku Dani yang berada di lembah Baliem, Kabupaten Jayawijaya, Papua.

Sementara itu, honai adalah sebutan rumah adat yang ditempati oleh laki-laki Papua, sedangkan rumah yang ditempati perempuan bernama Ebeai. Kedua rumah khas Papua tersebut mampu menampung 5 sampai 10 orang.

Makna dan Fungsi Rumah Adat Honai

Makna dan Fungsi Rumah Adat Honai
selasar.com

Dalam pemilihan material untuk membuat rumah adat ini nggak boleh sembarangan, sebab setiap setiap bahan yang digunakan mengandung makna dan fungsi tersendiri bagi masyarakat yang tinggal di rumah adat honai.

Contohnya seperti ilalang (jerami) yang terlihat lemah jika dijadikan sebagai atap atau alas tanah, tepi kenyataannya ilalang sangat tajam. Dibalik kesederhanaannya rumah honai yang terbuat dari ilalang mempunyai makna kuat, mandiri dan mudah untuk menyesuaikan diri.

Selain berfungsi sebagai tempat tinggal, rumah adat ini juga dibangun untuk berbagai keperluan lain. Misalnya terdapat bangunan honai yang dibuat untuk menyimpan hasil ladang dan cadangan makanan seperti umbi-umbian.

Bahan Dalam Pembangunan Rumah Adat Honai

Bahan Dalam Pembangunan Rumah Adat Honai
ruangarsitek.id

Tidak seperti rumah adat gadang yang bentuknya seperti panggung, namun bentuk rumah adat ini bundar atau melingkar seperti sarang burung. Biasanya, honai dibangun nggak menggunakan paku sama sekali mau itu untuk sambungan atau memperkuat papan.

Artikel Menarik:  Makanan Khas Kebumen: Lezatnya Kuliner dari Jawa Tengah

Akan tetapi, bahan yang digunakan untuk membuat rumah honai, yaitu:

  • Disebut papan cincang sebab kedua ujung papan tersebut dibuat runcing seperti tombak. Kemudian ujung papan yang runcing itu akan ditanam ke dalam tanah. Biasanya hal tersebut sebagai dinding honai. 
  • Balok kayu yang biasa digunakan untuk tiang tengah atau tiang utama. Tiang utama tersebut berfungsi untuk menyangga atap honai.
  • Kayu buah berfungsi sebagai rangka penutup atap honai.
  • Lokop atau Pinde memiliki bentuk seperti bambu kecil panjang yang berfungsi untuk alas tempat tidur. 
  • Rumput alang-alang berfungsi untuk atap honai. 
  • Tali rotan yang diambil dari akar-akar pohon atau tanaman sulur-suluran yang berfungsi seperti tali. 

Jika terdapat keluarga yang ingin membangun rumah adat honai maka akan mengundang kerabat dan saudara-saudaranya. Selama proses pembangunan tersebut, mereka akan makan bersama-sama atau tradisi tersebut dinamakan “bakar batu”.

Keunikan Rumah Honai

amazonaws.com
amazonaws.com

Adapun beberapa keunikan lokal yang dimiliki rumah adat honai, yaitu: 

1. Memiliki Bentuk Rumah yang Mungil

Nggak sama seperti rumah pada umumnya yang memiliki ruang tamu, kamar tidur, serta dapur.

Nama rumah adat hanya berukuran kecil dan nggak mempunyai pembagian ruangan, melainkan terdapat satu perapian yang berada di bagian tengah ruangan.

Biasanya tempat tersebut digunakan untuk berkumpul dan menghangatkan diri. Honai terbagi menjadi dua tingkat yaitu lantai pertama dan lantai kedua dengan tangga kayu sebagai penghubungnya.

Pada lantai pertama biasanya digunakan untuk berkumpul dan menyambut tamu, sedangkan lantai kedua biasanya digunakan untuk tidur.

Tak hanya itu saja, rumah adat honai juga mempunyai satu pintu masuk yang berukuran kecil, sehingga saat memasukinya harus membungkukkan badan terlebih dahulu.

Di dalam rumah ini Anda juga nggak bisa berdiri tegak sebab atapnya cuma berjarak 1 m saja dari lantai. Bahkan honai juga nggak mempunyai jendela sebab tujuannya untuk menghalau dingin dan menghindari serangan binatang buas.

Artikel Menarik:  10 Jenis Makanan Khas Daerah yang yang Membangkitkan Selera

2. Tidak Memiliki Jendela

Rumah dengan tinggi sekitar 2,5 meter ini tidak memiliki jendela sama sekali, namun hanya dilengkapi dengan pintu yang berfungsi untuk keluar masuk. Untuk luas ruangannya sebesar 5 m, namun ruangan dibuat sempit seperti itu bukan tanpa alasan.

Namun alasannya untuk membuat kondisi di dalam rumah selalu hangat dari dinginnya udara di malam hari serta menghindari serangan dari binatang buas.

Apalagi tempat tersebut berada di kawasan pegunungan yang suhunya memang sangat dingin. Jadi nggak heran jika banyak masyarakat suku Dani yang menyalakan api di dalam rumah agar lebih hangat.

3. Rumah yang Multifungsi

Walaupun terlihat kecil, tetapi rumah adat ini mempunyai banyak fungsi. Bukan cuma digunakan untuk tempat tinggal saja, namun digunakan untuk tempat berkumpul warga saat ada sesuatu yang harus didiskusikan.

Banyak juga masyarakat yang memanfaatkan rumah adat ini untuk menyimpan alat perang, tempat menyimpan hasil ladang, tempat untuk mengatur strategi perang, tempat untuk menyimpan simbol yang sudah ditekuni sejak dulu dan lain sebagainya.

Terdapat beberapa di pedalaman suku Papua, mereka menggunakan rumah adat ini untuk melakukan proses pengasapan terhadap mumi, yaitu mayat yang diawetkan.

Jasad yang diasapkan dan disakralkan tersebut bukan sembarang orang, namun berasal dari tokoh penting di desa setempat seperti kepala suku.

Filosofi Rumah Honai

Filosofi Rumah Adat Honai
detik.net.id

Papua dikenal karena memiliki ragam budaya yang cukup luas, salah satunya tercermin dari rumah adat Honai yang memiliki ciri khasnya tersendiri.

Pada umumnya, rumah adat ini terbilang cukup unik daripada banyaknya rumah adat lain yang ada di Papua. Rumah ini biasanya dimanfaatkan masyarakat adat yang tinggal di daerah pegunungan.

Artikel Menarik:  Mengenal Rumus ABC dan Penerapannya

Walaupun bentuknya mungil dan memiliki beberapa keunikan, tetapi bangunan ini juga memiliki filosofi seperti berikut.

1. Menjaga Nilai – Nilai Persatuan dan Kesatuan

Rumah adat ini memiliki nilai seni yang tinggi untuk menjaga persatuan dan kesatuan sesama suku agama. Selain itu bertujuan juga untuk mempertahankan budaya yang telah diwariskan leluhur.

Contohnya seperti proses pembuatannya yang mana dibuat oleh para laki-laki suku Dani dengan bergotong-royong. Selain itu, ada lima aturan yang harus dipenuhi untuk membangun honai, salah satunya dengan peletakan pintu rumah.

Letaknya harus sesuai dengan arah matahari tenggelam atau terbit. Hal tersebut dilakukan supaya penghuni dapat siaga saat ada kebakaran maupun serangan musuh di waktu tertentu.

2. Membangun Kebersamaan dan Menyatukannya Tujuan

Para penghuni yang tinggal di dalam rumah adat ini pasti mempunyai kebersamaan ketika menyelesaikan pekerjaan.

Biasanya rumah adat ini digunakan sebagai tempat untuk mendidik. Dimana para anak laki-laki akan dilatih untuk menjadi seorang yang kuat, sehingga anak tersebut bisa melindungi suhunya. 

3. Simbol Harga Diri dan Kepribadian

Selain memiliki keunikan tersendiri, bangunannya menjadi sebuah simbol harga diri dan kepribadian untuk para penduduk suku Dani, Papua. Hal tersebut harus dijaga sehingga para generasi yang akan datang bisa melihatnya dan menjaganya. 

Walaupun zaman sudah semakin modern, namun nyatanya nggak membuat arsitektur honai berubah, melainkan masih dipertahankan.

Bahkan material yang digunakan pun 100% masih dari bahan alami. Mulai dari dinding anyaman, rangka kayu serta atap jerami.

Dengan adanya ulasan tentang rumah adat honai yang berasal dari Papua di atas pastinya dapat menambah wawasan kita dalam mengenal berbagai jenis rumah adat tradisional. Apalagi kalau diperhatikan keberagaman Indonesia sangat kaya, mulai dari ujung Barat hingga ujung Timur Indonesia. Terima kasih atas kunjungan Anda.