Rumah Adat Madura
wikimedia.org

Rumah Adat Madura, Dikenal Dengan Rumah Taneyan Lanjhang

Posted on

Indonesia menjadi salah satu negara yang kaya akan banyak suku dan ciri khas yang dimiliki setiap daerahnya. Dimana setiap daerah pasti mempunyai berbagai macam rumah adat yang dibuat sedemikian rupa dengan mengutamakan adatnya, termasuk juga Madura.

Madura merupakan salah satu pulau yang terletak di Provinsi Jawa Timur, dimana penghuninya sekitar 4 juta jiwa. Walaupun penghuninya sudah transmigrasi ke daerah lain, namun hampir sebagian besar asli suku Madura. 

Wilayah Madura juga memiliki berbagai rumah adat yang pada awalnya berasal dari Pulau Garam di Jawa Timur. Biasanya masyarakat Madura menyebut rumah adatnya sendiri dengan nama Tanean Lanjang yang berarti “Halaman Panjang”.

Sesuai dengan namanya yang mana mempunyai bangunan memanjang dari Barat ke Timur. Rumah adat tersebut bukan digunakan untuk tempat tinggal saja, namun dijadikan sebagai gambaran hidup bersosial di masyarakat Madura.

Secara filosofi Tanean Lanjhang diibaratkan seperti tubuh manusia atau kumpulan rumah yang terdiri dari keluarga yang berada dalam satu ikatan keluarga. Mulai dari orang tua, anak hingga menantu yang di satu halaman.

Hal tersebut terinspirasi dari nilai falsafah kehidupan sosial budaya Madura, karena mereka sangat terkenal kuat dalam hubungan kekerabatannya.

Perlu diketahui bahwa rumah adat Madura yang bernama Tanean Lanjhang menjadi salah satu pemukiman etnis Madura yang masih dijaga oleh setiap penghuninya.

Rumah adat ini berjarak dekat dengan satu rumah adat lainnya, dimana cuma dibatasi dengan pekarangan saja. 

Artikel Menarik:  Kerajaan Waigeo: Menelusuri Sejarah dan Budaya

Bentuk – Bentuk Rumah Adat Madura

Bentuk-Bentuk Rumah Adat Madura
netralnews.com

Pada umumnya, bentuk rumah Tanean Lanjhang didasari pada bentuk atap yang dipengaruhi oleh arsitektur Jawa. Adapun bentuk-bentuk rumah adat yang berasal dari Madura, di antaranya yaitu:

1. Trompesan Rumah Adat Madura

Trompesan merupakan salah satu tipe rumah yang atapnya hampir mirip dengan rumah Jawa Srotongan yang diberi cukit atau teritis di kedua sisinya.

2. Bangsal

Tipe rumah yang atapnya hampir mirip dengan rumah Jawa joglo yang bagian sisi kiri dan kanannya dipotong seperti puncak. Kemudian dibentuk seperti kapal atau ular naga. 

3. Pegun

Pegun yaitu tipe rumah yang atapnya serupa dengan bentuk rumah limasan khas Jawa.

4. Pacenan

Secara geografis, rumah pacenan yang ada di Surabaya ini berdekatan dengan Madura yang dimiliki seorang pendatang dari China. Jadi rumah adat ini bisa dikenal dengan rumah pacenan atau Surabayan.

Keduanya memiliki perbedaan yang terdapat pada sistem konstruksinya. Bentuk bangunan Madura tertutup dan memiliki sedikit lubang bukaan di dinding dan lantai yang ditinggikan dari permukaan tanah.

Artikel lainnya: Rumah Adat Honai

Bagian Rumah Adat Madura

Bagian Rumah Adat Madura
wikimedia.org

Sama halnya dengan rumah adat yang lain, dimana rumah adat ini mempunyai bagian yang berbeda. Setiap bagian tersebut memiliki fungsi dan latar belakangnya, sehingga nggak bisa dibuat secara sembarangan.

Berikut ini ada beberapa bagian – bagian dari rumah adat tersebut, antara lain yaitu:

1. Halaman atau Taneyan

Taneyan (pekarangan) adalah ruang utama yang terletak di tengah-tengah rumah adat Madura.

Biasanya rumah tersebut berfungsi untuk tempat sosialisasi antar anggota keluarga, menyambut tamu terhormat, tempat melakukan aktivitas sehari-hari dan tempat untuk berkomunikasi dan mengikat hubungan satu keluarga dengan keluarga lain.

Bahkan bisa juga digunakan untuk melakukan ritual keluarga, tempat bermain anak, acara pernikahan, acara keagamaan dan lain sebagainya. Jadi nggak heran jika ruangan ini sangat penting sebab disinilah kekeluargaan dan kebersamaan dibangun.

Artikel Menarik:  Memahami Tentang Sejarah Sumpah Pemuda Beserta Tokoh-Tokohnya

2. Langgar

Langgar adalah sebuah simbol ketaatan masyarakat Madura dalam beragama dan komponen penting dalam melakukan peribadatan. Letaknya di sebelah barat dengan luas sekitar 23 m persegi panjang, yang mana dalam Islam berarti menghadap kiblat.

Selain digunakan untuk tempat beribadah, ruangan ini juga berfungsi untuk tempat menjaga ternak seperti burung maupun hasil bumi.

Adanya langgar ini menggambarkan kehidupan masyarakat yang bersifat religius untuk menjalankan sholat lima waktu.

3. Kandang

Nggak semua rumah mempunyai bagian ini, namun cuma hanya masyarakat yang ingin memelihara hewan ternak saja yang memilikinya. Bangunan ini biasanya mempunyai panjang 6,6 m dan lebar 5,9 m.

Posisi kandang akan diletakkan di bagian timur rumah, namun cenderung ke sisi selatan. Nggak ada bahan khusus untuk membuat kandang, tetapi semua tergantung dari keinginan dan kemampuan pemilik rumah masing-masing.

Seiring berjalannya waktu, masyarakat Madura yang sudah modern ini pun cukup jarang memiliki kandang di rumahnya. Sebab sebagian besar masyarakatnya lebih memilih aktivitas dagang dibandingkan ternak.

4. Dapur Untuk Memasak

Ruangan dapur untuk memasak ini biasanya terletak di samping atau belakang rumah, bisa di samping langgar atau bersebelahan dengan kandang.

Ruangan ini bukan cuma digunakan untuk tempat memasak saja, namun berfungsi juga sebagai lumbung atau tempat untuk menyimpan hasil panen. Untuk ukurannya pun nggak terlalu luas, hanya saja disesuaikan dengan kondisi kebutuhannya.

Walaupun sebagian besar rumah masyarakat Madura saat ini sudah mempunyai dapur sendiri di setiap rumah, namun sebagian masyarakat juga masih mempertahankan konsep ini.

5. Rumah atau Bangunan Utama Adat Madura

Biasanya, rumah utama (bangunan utama) yang terdapat di rumah adat Madura diduduki oleh orang yang paling tua di seluruh keluarga dalam rumah tersebut.

Artikel Menarik:  Yuk, Kita Mengenal Alat Musik Talempong Dari Minangkabau

Rumah tersebut berderet ke samping yang memiliki bentuk persegi panjang dan untuk ukurannya memiliki lebar sekitar 6,6 m dan panjang 11 m.

Membedakan bangunan utama dari bangunan umum bisa dilihat dari adanya jengger ayam. Biasanya bangunan utama terlihat lebih besar dan mewah daripada bangunan lainnya.

Secara umum rumah adat ini bersifat tunggal, maksudnya nggak mempunyai sekat sama sekali di dalamnya. Untuk warnanya nggak ada spesifikasi khusus, sebab bahan utama yang digunakan yaitu kayu dan papan.

Karakteristik Rumah Adat Madura

Karakteristik Rumah Adat Madura
wordpress.com

Rumah adat yang berasal dari Madura tersebut tentu mempunyai karakteristik yang sangat unik dan menarik. Karakteristik tersebut seperti jarak antara satu rumah ke rumah lainnya sangat berdekatan dan cuma dibatasi dengan pekarangan saja.

Selain itu, lokasi pembuatannya pun berdekatan dengan mata air, sungai dan tanah pertanian. Di bagian pekarangan, biasanya rumah adat ini nggak dilengkapi pagar.

Akan tetapi, setiap warga yang berkunjung satu sama lain harus melewati jalan yang sudah disediakan supaya dianggap sopan.

Tak hanya itu saja, rumah adat ini mempunyai satu pintu masuk yang berada di depan rumah supaya pemilik rumah dapat memantau aktivitas keluar masuk anggota keluarga secara mudah. 

Walaupun sudah di era modern, masih banyak masyarakat Madura yang menjaga dan melestarikan desain rumah dari leluhur. Sebab masyarakat Madura sangat percaya bahwa nilai-nilai yang tersirat dari bentuk rumah tersebut.

Bahkan, adanya rumah tersebut juga menjadi alat supaya bisa mempererat tali persaudaraan dengan kerabat satu keturunan. Dengan begitu, kita harus terus menjaga dan melestarikannya agar tidak punah. Terima kasih atas kunjungan Anda.