Rumah Adat Tongkonan
blogpictures.99.co

3 Jenis Rumah Adat Tongkonan Beserta Keunikannya

Posted on

Rumah Adat Tongkonan – Indonesia menjadi salah satu negara yang sangat indah alamnya dan memiliki destinasi wisata menarik yang banyak dikunjungi para wisatawan, salah satunya turis. 

Sebagian kota di Indonesia tentu memiliki keindahannya yang berbeda-beda dan sudah menjadi warisan budaya Indonesia. Salah satu warisan budaya yang yang terkenal dan masih dijaga kelestariannya yaitu rumah adat.

Rumah adat yaitu rumah tradisional yang setiap daerah mempunyai keunikan dan karakteristiknya masing-masing. Salah satu rumah adat yang cukup menarik dan unik yaitu rumah adat tongkonan Toraja.

Dimana, rumah adat menjadi simbol martabat keluarga dari masyarakat Toraja sehingga untuk membangunnya nggak boleh. Dengan bentuk desain, dengan posisi rumah hingga tiang-tiangnya pun mempunyai nilai dan arti yang berbeda-beda.

Dengan posisi rumah yang menghadap ke utara berarti lokasi dari Puang Matua Mahakuasa. Untuk lebih mengetahui bagaimana perkembangannya, simaklah ulasan berikut. 

Jenis-Jenis Rumah Adat Tongkonan

Jenis-Jenis Rumah Adat Tongkonan
gramedia.net

Rumah adat ini mempunyai berbagai jenis rumah yang dibuat berbeda dengan berdasarkan peran pemimpinnya. Pada awalnya rumah ini dihuni oleh raja, kepala suku dan keturunannya.

Dimana bentuknya seperti perahu Kerajaan China. Adapun beberapa jenis rumah adat ini, antara lain yaitu: 

1. Tongkonan Pekamberan atau Pekaindoran

Tongkonan Pekamberan atau Pekaindoran
1001indonesia.net

Tongkonan pekamberan atau pekaindoran merupakan salah satu jenis rumah adat yang dibangun khusus untuk para keluarga besar dari tokoh masyarakat yang mempunyai otoritas tinggi.

Artikel Menarik:  10 Kelezatan Oleh-Oleh Khas Banten yang Memanjakan Lidah

Secara umum, rumah adat biasanya digunakan oleh para penguasa untuk mengatur proses pemerintahan adat Toraja.

Adanya rumah ini, mewajibkan keluarga turun – temurun pemiliknya untuk menjaga tradisi dan mewariskannya kepada generasi selanjutnya.

2. Rumah Adat Tongkonan Layuk 

Rumah Adat Tongkonan Layuk
freedomsiana.id

Jenis rumah adat ini menjadi pusat pemerintahan dan kekuasaan. Dimana dimanfaatkan sebagai tempat untuk mengatur segala urusan pemerintahan supaya berjalan dengan baik dan lancar.

Rumah ini juga menjadi salah satu simbol masyarakat Toraja yang dapat ditarik mundur kembali oleh leluhurnya di masa lalu.

3. Rumah Adat Tongkonan Batu A’riri

Tongkonan Batu A’riri
sumbernesia.com

Rumah adat tongkonan yang ketiga yaitu a’riri. Biasanya rumah adat ini digunakan oleh masyarakat Toraja sebagai rumah keluarga biasa.

Dimana bangunan yang digunakan untuk tempat hunian yang nggak terlalu besar ukurannya jika dibandingkan dengan jenis rumah tongkonan lainnya.

Selain itu, jenis rumah ini juga berperan sebagai tempat untuk pembinaan keluarga di suku Toraja yang ingin membangun rumah pertama kali. Walaupun begitu, rumah adat ini nggak mempunyai kekuasaan dalam adat.

Keunikan dari Rumah Adat Tongkonan

Keunikan dari Rumah Adat Tongkonan
wikimedia.org

Saat ini, rumah adat tongkonan nggak berfungsi lagi sebagai tempat tinggal, sebab sebagian  penduduk yang menduduki rumah ini sudah membangun tempat tinggalnya sendiri.

Awalnya, rumah adat ini sering digunakan sebagai pusat budaya bagi para masyarakat Toraja, tempat upacara religi, sebagai rumah tradisional dan menjadi sebuah lumbung padi.

Sesuai dengan nilai filosofisnya, dimana rumah adat ini seluruh aspek dari kehidupan dengan ukuran yang sangat luas.

Oleh karena itu, banyak masyarakat yang mensakralkan rumah ini sampai sekarang. Adapun keunikan yang dimiliki rumah adat ini, yaitu:

1. Memiliki Atap Seperti Perahu

Salah satu bagian yang berhasil menarik perhatian masyarakat yaitu bagian atap nya memiliki bentuk seperti perahu.

Artikel Menarik:  Kerajaan Dharmasraya: Kisah dan Sejarahnya

Bentuk tersebut sengaja dibuat fungsinya supaya selalu mengingat bahwa dulunya para leluhur menggunakan perahu untuk ke pulau Sulawesi.

Bentuknya memang seperti perahu, namun di bagian ujungnya berbentuk seperti busur. Menurut legenda  Toraja, mereka yang datang dari Utara melalui laut akan terperangkap ke dalam badai yang dahsyat.

Lalu perahu akan rusak parah,  sehingga nggak dapat digunakan lagi untuk melaut. Oleh sebab itulah mereka menggunakan perahu sebagai bentuk atap rumah dengan menghadap ke bagian Utara.

Artikel terkait: Rumah Adat Kalimantan

2. Memiliki Ornamen Unik

Rumah adat tongkonan mempunyai berbagai ornamen yang unik dan khas. Pada bagian atap pelana dan dindingnya didesain dengan bentuk geometris, spiral yang motif kepala kerbau dan ayam jantan berwarna merah, putih, kuning dan hitam.

Warna tersebut mewakili berbagai festival Aluk To Dolo (Jalan Leluhur), yaitu agama asli dari suku Toraja.

Bahkan warnanya juga mempunyai arti yang berbeda-beda, antara lain yaitu:

  • Hitam menggambarkan kematian dan kegelapan.
  • Kuning melambangkan keberkatan dan kuasa Tuhan.
  • Putih yaitu warna daging dan tulang melambangkan kemurnian.
  • Merah menggambarkan warna darah dan kehidupan manusia.

3. Bangunan Berbentuk Pohon Pipit

Pada awalnya rumah adat ini berbentuk pohon Pipit. Dimana keunikan yang terdapat pada rumah adat ini terletak di atas pohon dan dibuat dari ranting pohon yang disusun sebagai sebuah dahan besar.

Kemudian bagian atapnya dibuat dari rumput yang disusun seperti sarang burung Pipit.

4. Berpasangan dengan Alang Sura’

Tongkonan memiliki banua sura’ (rumah yang diukir) dan rumah utama (lumbung yang diukir). Hal tersebut menjadi simbol pasangan suami istri.

Namun di bagian rumah ini dilengkapi juga dengan lumbung yang nggak diukir seperti lemba dan rumah panggung dengan ukuran sangat luas.

Artikel Menarik:  Makanan Khas Boyolali: Nikmatnya Gurihnya Kuliner Nusantara

Kemudian terdapat banua yang melambangkan ibu melindungi buah hatinya, maksudnya sebagai pengganti orang tua. Sementara itu, ada alang disimbolkan sebagai ayah menjadi tulang punggung keluarga.

Kedua tersebut lambang tersebut berada di depan yang diletakkan saling berhadapan. Biasanya alang sering digunakan sebagai tempat untuk menyimpan padi yang bertangkai.

Kemudian tiangnya dibuat dari kayu palem, supaya tikus nggak dapat masuk. Pada bagian depan bangunan, terdapat ukiran ayam dan matahari yang memiliki simbol untuk menyelesaikan perkara.

Diantara banua dan alang di halaman luas tersebut dikenal dengan ulu ba’ba yang sering digunakan untuk bekerja, menjemur padi, tempat bermain anak-anak dan menjadi ruang pengikat dan pemersatu kompleks.

Bahkan halaman tersebut juga sering digunakan untuk tempat ritual upacara kematian.

5. Memiliki Tanduk Kerbau di Depan Rumah Adat Tongkonan

Di bagian depan atas rumah adat ini pasti ada patung kepala kerbau yang memiliki tiga jenis warna, yaitu hitam, putih dan belang.

Kemudian ada tambahan patung juga seperti kepala ayam atau naga, hal tersebut dilakukan untuk pemilik rumah yang dihormati atau dianggap sesepuh.

Tanduk kerbau tersebut melambangkan banyaknya pemakaman keluarga yang sudah dilalui oleh pemilik rumah. Bahkan tanduk tersebut juga menjadi tanda derajat dari keluarga pemilik rumah.

6. Konstruksi Tanpa Paku

Struktur rumah adat tongkonan ini terbuat dari i bambu berlapis dan dibangun di atas tiang kayu. Konstruksi kayu rumahnya dirakit tanpa menggunakan paku.

Namun dirakit dengan bahan seperti daun kelapa, rotan serta berbagai jenis kayu seperti kayu ulin dan kayu jati. Bahkan rumah adat ini juga memiliki konstruksi yang mirip dengan rumah adat lainnya.

Perlu diketahui bahwa, budaya rumah adat tongkonan ini sudah menjadi salah satu pusat kehidupan sosial budaya suku Toraja. Dimana bisa dijadikan sebagai tempat untuk menjalankan ritual dan upacara adat yang melibatkan keluarga besar. Terima kasih atas kunjungan Anda.