Sejarah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia
googleusercontent.com

Sejarah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

360 View

Pembacaan teks proklamasi adalah salah satu peristiwa penting dalam sejarah kemerdekaan Republik Indonesia.

Tepat pada tanggal 17 Agustus 1945, Indonesia memproklamasikan kemerdekaan setelah melewati perjalanan panjang pahlawan dalam berjuang melawan penjajah. 

Cerita sejarah Indonesia adalah kisah yang paling menarik untuk diceritakan kepada anak-anak, mengenai bagaimana sebuah bangsa yang tadinya pecah belah akhirnya bersatu untuk melawan penjajah. 

Pengumuman kemerdekaan pada suatu negara adalah impian yang dimiliki oleh setiap negara, khususnya bagi negara dan bangsa yang sudah lama dijajah. 

Pada saat Indonesia mengumumkan kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 1945, maka seluruh rakyat Indonesia sangat senang karena mereka sudah terlalu lama dijajah oleh bangsa asing seperti Belanda dan Jepang.

Bukan hanya senang, namun bangsa Indonesia juga memperoleh semangat kemerdekaan yang tinggi. Dengan berlandaskan rasa keberanian untuk mengambil keputusan dan juga membela kebenaran.

Dengan pengumuman Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada dunia, maka Indonesia dinyatakan sebagai negara baru yang memiliki kedudukan yang sama dengan negara-negara lain.

Bagi negara yang belum memperoleh kemerdekaan, maka pengumuman Proklamasi Kemerdekaan pada dunia adalah suatu impian yang sangat diidam-idamkan. 

Setiap negara memiliki sejarah tersendiri untuk melakukan Proklamasi Kemerdekaan. Begitu juga dengan bangsa Indonesia dimana sejarah Proklamasi Kemerdekaannya membutuhkan beberapa hal. 

Contohnya, menggunakan rumah Laksamana Muda Maeda, pemilihan naskah Proklamasi dan lain sebagainya.

Kata “Proklamasi” berasal dari bahasa Latin, yaitu proclamare yang artinya pengumuman atau pemberitahuan kepada khalayak umum. 

Sedangkan “Proklamasi Kemerdekaan” memiliki arti, yaitu pengumuman kepada seluruh masyarakat akan kemerdekaan negaranya.

Dengan adanya Proklamasi Kemerdekaan yang sudah diumumkan dan diberitahukan kepada seluruh masyarakat dunia, maka dunia akan mengetahui bahwa ada negara baru yang terbebas dari jajahan bangsa asing. 

Artikel Menarik:  Sejarah Renang di Dunia dan Indonesia: Jenis Gaya dan Manfaatnya

Proklamasi Kemerdekaan adalah suatu tanda bahwa suatu negara dan bangsa sudah mencapai revolusi, mencatat sejarah perjuangan dan yang paling penting adalah terbebas dari cengkraman para penjajah. 

Tapi, untuk memperoleh Proklamasi Kemerdekaan, maka perjalanannya tentu saja tidak mudah. Seperti di Indonesia, yang mana terdapat berbagai jejak perjuangan nasionalisme.

Selain itu, Proklamasi Kemerdekaan bagi suatu bangsa dan negara adalah suatu hal yang sangat istimewa dan tidak ternilai harganya. 

Menjadi hal istimewa karena sudah meraihnya, suatu bangsa dan negara harus rela berjuang dengan sungguh-sungguh, bahkan sampai titik darah penghabisan harus rela mengorbankan banyak hal.

Sejarah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia

Sejarah Proklamasi Kemerdekaan
ngerangkum.com

Sejarah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia bisa dibilang cukup panjang. Terdapat sejumlah peristiwa yang terjadi sebelum akhirnya bangsa Indonesia menyatakan kemerdekaannya. 

Beberapa hari sebelum pembacaan teks proklamasi, tepatnya pada tanggal 9 Agustus 1945 Jepang lumpuh karena mendapat serangan bom atom yang menyerang kota Nagasaki dan kota Hiroshima.

Akhirnya pada tanggal 17 Agustus 1945, Jepang menyatakan bahwa mereka sudah menyerah kepada Sekutu. 

Kemudian Jepang merencanakan untuk membentuk Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI), yaitu untuk memerdekakan Indonesia yang saat itu sedang berada dibawah jajahannya. 

Setelah peristiwa Jepang menyerah, maka sebuah kelompok besar di Indonesia berpendapat bahwa kemerdekaan sebaiknya segera diproklamasikan. Ternyata hal tersebut menimbulkan perbedaan pendapat antar kelompok dan golongan saat itu. 

Golongan muda memiliki keinginan supaya Proklamasi Kemerdekaan disegerakan, sementara golongan tua tidak menyetujui karena tentara Jepang masih banyak di Indonesia dan khawatir akan terjadi kerusuhan. 

Akhirnya terjadilah sebuah peristiwa yang dikenal dengan nama peristiwa Rengasdengklok. Pada tanggal 16 Agustus 1945, Ir.Soekarno dan Mohammad Hatta diculik oleh sekumpulan pemuda dan dibawa ke Rengasdengklok, Karawang.

Artikel Menarik:  Mengenal Tabel Trigonometri dalam Pelajaran Matematika

Para pemuda dari kelompok golongan muda pun mendesak Ir. Soekarno untuk segera menyatakan Kemerdekaan. Namun, Ir. Soekarno ternyata memiliki rencana untuk melaksanakan Proklamasi Kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945.

Ir. Soekarno memilih tanggal 17 Agustus 1945 karena angka 17 dianggap sebagai angka yang suci dan saat itulah bulan Agustus adalah bulan suci Ramadhan. Tanggal 17 Agustus 1945 tepatnya pada hari Jumat yang dipercaya sebagai hari yang baik. 

Perwakilan dari golongan tua, yakni Mr. Raden Achmad Soebardjo, Wikana dan golongan muda pun berpendapat bahwa proklamasi sebaiknya dilaksanakan di Jakarta. Akhirnya semua sepakat bahwa Soekarno Hatta dijemput untuk kembali ke Jakarta. 

Dengan jaminan bahwa proklamasi akan diumumkan pada tanggal 17 Agustus 1945. Pada saat itu, Soekarno beserta rombongan tiba malam hari di Jakarta pada tanggal 16 Agustus 1945. 

Di kediaman Laksamana Muda Maeda Tadashi, Ir. Soekarno, Bung Hatta dan Achmad Soebardjo pun membuat teks proklamasi. Rumusan yang sudah jadi pun diketik oleh Sayuti Melik menjadi teks proklamasi.

Ir. Soekarno dan Drs. Mohammad Hatta pun menandatangani teks proklamasi tersebut  bersama-sama. Mereka pun menyiapkan bendera merah putih yang dijahit tangan oleh istri Ir. Soekarno, yaitu Fatmawati.

Isi Teks Proklamasi 17 Agustus 1945

Teks Proklamasi 17 Agustus 1945
suara.com

Tempat yang digunakan untuk memproklamasikan kemerdekaan bangsa adalah rumah milik Ir. Soekarno yang bertempat di Jalan Pegangsaan Timur No.56, Jakarta. 

Bung Hatta juga meminta pers di kantor berita untuk menyebarluaskan berita proklamasi dan memperbanyak teks agar menyebarluaskannya ke seluruh dunia. 

Seluruh masyarakat sekitar juga sudah berkumpul di kediaman Ir. Soekarno untuk menyaksikan peristiwa bersejarah tersebut. Berikut ini adalah isi naskah Proklamasi:

Teks proklamasi tersebut dibuat dalam dua bentuk, yaitu berupa tulisan tangan oleh Ir. Soekarno dan berupa ketikan yang dibuat banyak oleh Sayuti Melik.

Artikel Menarik:  10 Senjata Tradisional Jawa Barat Yang Tetap Eksis Hingga Saat Ini

Ketika membacakan proklamasi, Ir. Soekarno didampingi oleh Drs. Mohammad  Hatta dan Mr. Raden Achmad Soebardjo serta disaksikan oleh beberapa orang. 

Setelah itu, diadakan juga upacara pengibaran bendera merah putih yang sudah disiapkan oleh fatmawati. 

Upacara pembacaan teks proklamasi pun sudah berakhir pada pukul 11.00 WIB. Walau hanya 1 jam saja, namun upacara tersebut sudah menjadi titik balik di sejarah kemerdekaan Indonesia. 

Semoga semangat perjuangan leluhur kita masih tetap ada sampai saat ini walau sudah puluhan tahun Indonesia merdeka. 

Perjuangan para pemuda saat itu sangat lah penting karena kalau mereka tidak bersikeras memindahkan Ir. Soekarno dan Drs. Mohammad Hatta, maka kemungkinan besar Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia tidak jatuh pada tanggal 17 Agustus 1945.

Setelah mengetahui sejarah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia meski hanya secara singkat, kita jadi bisa mengetahui bagaimana perjuangan yang dirasakan saat merancang teks proklamasi sampai pelaksanaan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. 

Kemudian bisa dijadikan sebagai alat hukum Internasional untuk menyatakan kepada masyarakat dan seluruh dunia, bahwa bangsa dan negara Indonesia sudah lepas dari jajahan serta sudah memegang hak kemerdekaan.

Sampai saat ini, meskipun hari Kemerdekaan Indonesia sudah lewat, namun jasa para pahlawan dan pengalaman mereka dalam memperjuangkan hari kemerdekaan yang jatuh tepat pada tanggal 17 Agustus 1945, tetap terasa sampai sekarang. 

Demikianlah pembahasan mengenai sejarah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. Semoga informasi ini bisa menambah ilmu pengetahuan dan menambah kecintaan terhadap negara kita yaitu negara Indonesia.