Tari Beksan Wireng
britishcouncil.id

Kenali Tari Beksan Wireng Solo yang Melambangkan Kekuatan

Posted on

Kekayaan budaya yang dimiliki Indonesia tercermin dari berbagai karya seni lainnya, seperti tari Beksan Wireng yang berasal dari Solo.

Sebenarnya, nama Beksan Wireng diambil dari gabungan dua kata yakni wira yang berarti “perwira” dan aeng berarti “prajurit unggul”.

Tarian ini mengisahkan tentang perwira prajurit, dimana saat  ini sudah mulai berkembang sebagai hiburan yang digemari masyarakat dari berbagai negara.

Dalam pertunjukkan, penari harus membawa tombak dan tameng yang menggambarkan kegagahan para prajurit saat berperang membela kerajaannya. Biasanya tarian ini sering dihubungkan dengan masa kerajaan Kediri.

Gimana Sih Asal-Usul Tari Beksan Wireng?

Gimana Sih Asal-Usul Tari Beksan Wireng
selasar.com

Sejarah tari beksan wireng terdapat pupuh Sinom yang berjumlah 15-20. Pupuh tersebut menceritakan bahwa terdapat 6 tari Wireng yang diciptakan oleh Jenggala-Kediri.

Namun tarian ini diciptakan oleh Lembu Amiluhur yang dikenal dengan Raja Jenggala yang bergelar Jayanegara. Jayanegara sengaja menciptakan tari ini untuk mengajarkan putranya ketangkasan saat berperang.

Setelah itu, putranya naik tahta dan mempunyai gelar Prabu Suryawisesa sekaligus menggantikan ayahnya.

Di sisi lain ada yang bilang bahwa tari panji sepuh di ciptakan oleh Prabu Suryawisesa Kraton Jenggala yang nama aslinya yaitu Panji Inu Kertapati.

Hal ini didukung dalam serat Kridhwayangga, bahwa prabu Surawisesa yaitu raja yang terkenal kemahirannya saat menari, menyanyi, bercerita dan memainkan alat musik.

Setelah lepas dari suksesi Mataram, penciptaan tarian ini pun dieratkan dengan berdirinya Kadipaten Mangkunegaran. Dimana Raja pertama Mangkunegaran mampu mengalahkan VOC meski membutuhkan banyak korban pribumi. 

Artikel Menarik:  Makanan Khas Sumbawa: Kuliner Sederhana yang Memikat

Saat itu R.M Said pun bergelar sebagai Pangeran Sambernyawa yang menggunakan ikrar Tiji Tibeh yaitu mati satu mati semua dan mukti siji yaitu mukti kabeh makmur satu makmur semua.

Dengan semangatnya, iya mengalahkan VOC menggunakan persenjataan api yang sangat  canggih. Sehingga nama Beksan Wireng diambil sedikit dari ketangguhan prajurit saat mengalahkan VOC.

Artikel terkait: Tari bedana

Apa Saja Keunikan Tari Beksan Wireng?

Apa Saja Keunikan Tari Beksan Wireng
twimg.com

Beksan Wireng salah satu kesenian adiluhung yang berasal dari Keraton Jawa. Tarian ini mengisahkan cerita peperangan yang ditampilkan tanpa adanya menang maupun kalah.

Namun pesan yang bisa diambil  yaitu semangat juang yang nggak kunjung berhenti. Pada abad ke-11 atau masa kerajaan Jenggala-Kediri, tarian ini sudah ada.

Keberadaannya ada dalam berbagai serat seperti serat Centhini, Sastramiruda, Weddataya dan Kridhwayangga.

Pada tahun 1814, serat Centhini ini mulai disusun dan Panji Inu Kertapati ini pun memiliki gelar Prabu Suryawisesa, namun di dalam Serat Centhini menyebutnya Suryawisesa.

Bagaimana Pola Lantai Tarian Ini?

Bagaimana Pola Lantai Tari Beksan Wireng
orami.co.id

Tari ini memiliki pola lantai yang harus diikuti penari saat sedang tampil. Adanya pola lantai, penari dapat mengikuti garis yang ada dalam formasi.

Bukan untuk mengarahkan posisi saja, namun terdapat makna filosofisnya tersendiri. Biasanya, tari ini memiliki dua jenis pola yaitu:

  • Garis lurus, melambangkan hubungan antara sesama manusia yang sejajar sebagai ciptaan Tuhan. Maksudnya, manusia harus saling menghargai dan nggak melewati batasan dengan yang lainnya. Melalui pola ini, penari berdiri secara sejajar hingga membentuk garis yang lurus.
  • Berbeda dengan horizontal, dimana mengisahkan hubungan manusia dengan Tuhan sang pencipta. Jadi garis lurus dari depan ke belakang menandakan manusia tunduk kepada Tuhan.
Artikel Menarik:  10 Oleh-oleh Khas Jember: Lezatnya Wisata Kuliner dari Bumi Wali

Berapa Properti Tari Beksan Wireng?

Properti
unisbank.ac.id

Dalam menampilkan sebuah tari, pastinya penonton melihat penari menggunakan kostum yang bermacam-macam sesuai dgn tema dan kisah yg dibawakan bukan?

Terkadang ada juga yang membawa properti tambahan seperti pedang, nampan, topeng dan sebagainya tergantung dari keperluan. Eksistensi properti sangat penting untuk menunjang jalannya pertunjukan.

Jika properti nggak ada, kurang lengkap rasanya pada tarian tersebut. Tari Beksan Wireng menggunakan beberapa properti, antara lain yaitu:

  • Digunakan untuk luaran busana penari yang berkesan gagah dan  kuat. Biasanya menggunakan warna merah bermotif garis warna kuning.
  • Karena pembawa tarinya laki-laki, jadi menggunakan celana sebagai bawahannya. Bagian atasnya menggunakan jas berwarna merah bergaris.
  • Selendang untuk menari yg dililitkan di badan penari. Biasanya penari menggunakan sampur berwarna kuning maupun coklat.
  • Kain batik Jawa sering dipakai untuk menari dan keseharian masyarakat di Jawa.
  • Walaupun penarinya laki-laki, namun riasannya menjadi poin penting untuk memperlihatkan kesan tertentu. Riasan yang digunakan yaitu kumis tebal sehingga memperbesar kesan gahar dan wibawa dari serdadu yg handal.
  • Dililitkan di perut, jarik dapat terpasang dengan baik dan nggak  mudah jatuh saat menari.
  • Pedang dan tameng, penari harus membawa keduanya untuk menggambarkan pertandingan dalam perang.
  • Instrumen musik, berfungsi untuk mengiringi penari saat membawakan tarian. Iramanya nggak menggunakan gending sampak namun kendho. 

Tarian ini memang unik, bahkan melambangkan kekuatan dan usaha pantang mengalah dari para tentara saat mengalahkan musuh yang mengancam.

Meski begitu, tarian ini masih sering ditayangkan di berbagai acara kebudayaan sebagai bentuk pelestarian seni tari dan mengenang jasa para tentara.

Artikel Menarik:  Kerajaan Islam di Sulawesi: Sejarah dan Kebudayaan