Tari Burung Enggang
blogspot.com

Populer, Ini Penjelasan Tari Burung Enggang Kalimantan Timur

Posted on

Jumlah tarian yang ada di Indonesia sangat banyak. Dimana setiap jenis tarian pasti menggambarkan budaya asalnya masing-masing. Nah salah satu tariannya yaitu tari burung enggang yang berasal dari Kalimantan Timur khususnya Suku Dayak Kenyah.

Karena asalnya, unsur budaya ini menceritakan tentang Suku Dayak dan semua aspek yang nggak terlepas dari unsur tersebut.

Bagi yang mendalami tarian ini, pasti akan menerima penyampaian budaya Dayak yang kental.

Misalnya dari segi cerita, properti sampai gerakannya secara menyeluruh yang mengadopsi budaya tersebut. Hal ini sangat menarik untuk dipahami dan dipelajari.

Gerakan Tari Burung Enggang Apa Saja?

Gerakan Tari Burung Enggang Apa Saja
pinimg.com

Tari burung enggang biasanya dibawa perempuan untuk mengkreasikan burung enggang tersebut. Tari ini menggunakan pola lantai yang melengkung atau lengkung. Terdapat 3 gerakan dasar dalam tari ini, seperti Nganjat atau gerakan utama.

Gerakannya hampir mirip dengan dengan menyerupai burung enggang, apalagi saat mengepakkan dan menutup sayapnya. Nganjat melambangkan gerakan lemah lembut dari penari Dayak.

Sementara itu, ada juga gerakan ngasai yang mirip seperti gerakan burung enggang saat terbang dan gerakan purak barik atau gerakan perpindahan tempat oleh para penari.

Gimana Properti Tari Burung Enggang?

Gimana Properti Tari Burung Enggang
pewartasatu.com

Properti ini berasal dari bahan alam yang sudah menjadi ciri khas tarian burung enggang, terutama bulunya. Penasarankan dengan propertinya? yuk lihat penjelasan secara lengkapnya!

Artikel Menarik:  Perkembangan Alat Musik Kolintang di Masa Kini

1. Mahkota Burung Enggang

Properti pertama yaitu mahkota khas yang dipakai para penari. Mahkota tersebut berwarna kuning keemasan dan dibalut dengan bulu burung enggang yang menjulang ke atas.

Fungsinya untuk menutup kepala penari serta menambahkan kesan wibawa dari sang penari.

2. Pakaian Adat Dayak Kenyah

Properti selanjutnya yaitu busana khas suku Dayak yang mempunyai dominasi warna hitam tanpa lengan.

Lalu di bagian sisi sampingnya ada corak berwarna kuning keemasan. Setelah itu disempurnakan lagi dengan corak batik yang terletak di area baju dan rok.

3. Bulu Burung Enggang

Bulu burung enggang ini berfungsi untuk menggambarkan isi dari tari tersebut. Dimana bulu tersebut akan digenggam di bagian tangan dan diayunkan sang penari. Warna yang sering digunakan pada bulu burung enggang yaitu putih hitam.

4. Kalung Tari khas Dayak

Biasanya, kalung penari di bentuk melingkar dengan berbagai pernak-pernik yang beragam. Warna dari kalung tersebut seperti merah, kuning dan hitam. Penggunaannya berfungsi untuk memperindah penampilan sang penari.

5. Gelang

Properti tari berikutnya yaitu gelang. Gelang berwarna putih ini berfungsi untuk menyisipkan bulu burung enggang supaya nggak mudah lepas. Gelang tersebut juga berfungsi untuk mempercantik tampilan para penari.

6. Musik

Komponen musik cukup penting dalam tarian ini, sebab penari akan bergerak sesuai dengan ritme yang dibuat. Pastinya komponen ini digunakan sebagai acuan utama dalam gerakan penari.

Jika komponennya nggak ada, maka tarian nggak bisa ditampilkan dengan baik.

Baca yuk: Tari Berpasangan

Inilah Pola Lantai Tari Burung Enggang

Pola Lantai
grid.id

Secara umum, pola lantai yang digunakan dalam tarian ini sangat terbatas. Sebab dibuat sederhana dan simpel, sehingga nggak banyak pola yang digunakan.

Artikel Menarik:  Makanan Khas Papua: Nikmatnya Kepunahan Budaya

Pola lantai tarian ini melengkung dan dimanfaatkan hampir di semua gerakannya.

Dimana, para penari nantinya akan menampilkan berbagai gerakan dengan pola tersebut secara menyeluruh. Penonton yang menyaksikannya pun bisa melihat penggunaan pola ini dengan jelas.

Walaupun pola yang digunakan cuma satu, tapi nggak membuat tarian menjadi membosankan sebab banyak ragam geraknya.

Apa Aja Sih Filosofi Gerakan Tari Burung Enggang?

Apa Aja Sih Filosofi Gerakan Tari Burung Enggang
seringjalan.com

Biasanya tari burung enggang dibawa oleh perempuan yang menjadi filosofi anggun dan cantik. Para penari pun biasanya memiliki bulu-bulu Burung Enggang di tangan masing-masing.

Terdapat tiga gerakan dasar yaitu Nganjat, Ngasai dan Purak Barik. Nganjat yaitu gerakan utama dalam tarian ini, dimana gerakannya mirip seperti burung enggang yang membuka dan menutup sayapnya.

Pada gerakan Ngasai menandakan bahwa penari bergerak seperti burung enggang yang terbang.

Kemudian yang terakhir yaitu purak barik yang artinya penari berpindah tempat seperti yang dilakukan oleh burung enggang yang suka berpindah-pindah.

Tarian ini menjadi salah satu tarian yang sangat populer bahkan dikenal  dengan tari yang menawan dari Indonesia.

Walaupun banyak dijumpai, namun filosofi dan maknanya tetap terjaga. Sehingga mengajarkan arti menghormati leluhur dan mempererat tali persaudaraan antar suku dan budaya lain.