Tari Ratoh Jaroe
wikimedia.org

Tari Ratoh Jaroe, Tarian Pembukaan Asian Game

91 View

Nanggroe Aceh Darussalam merupakan sebuah provinsi yang terletak di ujung Barat Indonesia. Wilayah tersebut memiliki kesenian tari yang terkenal yaitu tari ratoh jaroe. Namun tarian ini banyak yang salah paham dengan tari saman. 

Tari saman cuma bisa dimainkan oleh penari laki-laki dalam jumlah ganjil saja, namun tarian ini dimainkan oleh penari perempuan dalam jumlah genap. 

Perbedaan lainnya yaitu, tari saman nggak menggunakan alat musik apapun, namun tarian ini diiringi dengan alat musik rapa’i. 

Tari ratoh jaroe adalah sebuah tari kreasi atau tarian pendatang baru karya seorang seniman bernama Yusri saleh biasa di panggil dengan deg gam yang berasal dari Aceh. 

Dimana, tarian ini sering ditampilkan dalam acara penyambutan tamu penting, hiburan dan lain sebagainya. 

Tarian ini sengaja dibuat secara khusus untuk membangkitkan semangat para wanita Aceh, yang sering dikenal pantang menyerah, pemberani dan kompak satu sama lain. 

Bahkan tari ini juga mempunyai arti yang sangat mendalam, yaitu tari yang mencerminkan puji-pujian dan zikir kepada Tuhan yang Maha Esa.

Perkembangan Tari Ratoh Jaroe

Tarian ini sudah lama dikenal oleh masyarakat luas dan sudah sangat populer di kalangan anak sekolah. Sehingga tari ini bisa menjadi salah satu pilihan ekstrakurikuler. Umumnya, tari ini sering dibawakan saat acara sekolah seperti class meeting.

Selain itu, saat pembukaan Asian Games yang diselenggarakan di Stadion Gelora Bung Karno di beberapa tahun silam. 

Artikel Menarik:  Mengenal 10 Jenis Alat Musik Petik Tradisional dan Modern

Perkembangannya semakin memuncak sampai mempersembahkan tarian ini sebagai salah satu usaha dalam memperkenalkan budaya Indonesia dan berhasil membuat penonton kagum.

Properti Tari Ratoh Jaroe

Properti Tari Ratoh Jaroe
okeinfo.net

Dalam pementasan, terdapat beberapa ciri khas pada tata rias, busana dan iringan pada tari ratoh jaroe. Berikut ini beberapa properti yang dimiliki tarian ini, yaitu:

1. Tata Busana  

Biasanya, pakaian yang digunakan para penari dalam tarian ini, yaitu busana polos berwarna merah, hijau, kuning, dan lain sebagainya. 

Busana ini akan dipadukan dengan songket Aceh dan para penari juga menggunakan hijab yang dilengkapi dengan ikat kepala berwarna. Para penari dalam tarian ini tidak menggunakan properti tertentu, selain aksesoris ikat kepala. 

2. Tata Rias

Tata rias yang digunakan biasanya rias cantik, namun nggak terlalu mencolok untuk menyesuaikan dengan busananya yang berwarna polos. 

3. Iringan

Properti terakhir yang digunakan dalam tarian ini yaitu iringan. Biasanya, tarian ini diiringi dengan alat musik rapai yang berasal dari Aceh. Alat musik ini dimainkan dengan cara dipukul. 

Bentuknya seperti rebana yang dibuat dari bahan dasar kulit binatang dan kayu. Untuk pengiringnya sering disebut Syahid atau sebutan bagi seseorang yang sedang menabuh rapai.

Selain itu, tarian ini juga dilengkapi dengan seorang vokalis syair yang berada di sisi kanan atau kiri penari. Vokalis tersebut akan menyanyikan syair-syair Islam yang mengandung pesan nasihat sesuai ajaran Islam.

Gerakan Tari Ratoh Jaroe

Gerakan
selasar.com

Bukan sedikit orang yang menganggap bahwa tari saman dan ratoh jaroe sama saja, namun nyatanya terdapat perbedaan keduanya cukup tampak jelas. 

Meskipun keduanya bukan jenis tari berpasangan, tetapi perbedaan tari saman dan tarian ini terletak pada pembawaannya.

Artikel Menarik:  Jangan Panik! 12 Cara untuk Isolasi Mandiri saat Positif Virus Corona

Biasanya, tarian ini dibawakan oleh perempuan secara berkelompok yang berjumlah genap. 

Sedangkan, tari saman dibawakan oleh penari laki-laki dan wanita. Selain itu, pada tahun 2011 tarian ini sudah mendapatkan pengakuan dari UNESCO sebagai warisan budaya internasional. 

Kalau dilihat dari segi gerakannya, pada tari ini banyak menggunakan gerakan yang sangat cepat dan tegas. Kemudian, tari ini memperlihatkan semangat masyarakat Aceh, khususnya kaum wanita. 

Berikut ini ragam gerak yang terdapat dalam tarian ini, antara lain yaitu: 

1. Gerakan Masuk Pertama

Pada gerakan ini,semua para penari akan memasuki panggung atau arena pementasan untuk melakukan berbagai ragam gerakan. Kemudian, penari tersebut akan dibagi menjadi dua kelompok yang masuk dari sisi kiri dan sisi kanan.

2. Gerakan Ja Ku Timang

Jika sudah memasuki gerakan ini, maka penari akan diiringi dengan alunan syair yang mengisahkan seseorang yang semangat dan rasa senang masyarakat.

3. Gerakan Bumi Pempeng

Gerakan selanjutnya yang dimiliki tarian ini yaitu pempeng. Pada umumnya, dalam gerakan ini dilakukan dengan cara duduk  1 x 8 + 6. Dimana,  gerakan ini wajib ada di dalam pementasan tari ratoh jaroe yang ditandai dengan tempo serentak.

4. Gerakan Lilahoyan

Biasanya, ragam gerak ini ditandai dengan penari yang mengangkat tangan ke atas secara bergantian antara kiri dan kanan dengan penari lain yang ada di sampingnya. 

Sehingga dapat membuat pola gelombang yang sangat indah dipandang sekaligus terdengar teriakan-teriakan yang dilontarkan. Dimana gerakannya menggambarkan bentuk rasa ceria.

5. Gerakan Akhir

Jika pementasan segera berakhir, maka para penari sudah ditentukan posisinya terlebih dahulu dengan berdasarkan level-level tertentu.

Fungsi Tari Ratoh Jaroe

Jika disimpulkan, tari ratoh jaroe berfungsi sebagai pertunjukan sambutan di awal perhelatan atau penyambutan. Selain itu, tarian ini juga berfungsi sebagai tarian hiburan, terutama bagi warga Aceh sendiri.

Artikel Menarik:  Tari Ronggeng, Kesenian Peninggalan Jawa Barat

Makna Tari Ratoh Jaroe

Dengan berjalannya waktu, tarian ini mempunyai makna dan nilai filosofis tertentu. Dimana, dimaknai dengan wujud semangat, jiwa pemberani dan pantang para wanita Aceh.

Hal tersebut dapat dilihat dari gender penarinya, gerakan dan ekspresi para penari yang sedang tampil. Bahkan, tarian ini ditampilkan oleh penari perempuan dengan sangat kompak dan penuh semangat. 

Selain itu, tarian ini juga dimaknai dengan bentuk pujian dan rasa syukur kepada Tuhan. Dimana, selalu ditampilkan untuk berbagai acara identik, seperti pesta, perhelatan atau ungkapan rasa syukur.

Pola Lantai Tari Ratoh Jaroe

Pola Lantai
akamaized.net

Pola lantai pada tarian ini perlu diketahui yang berkaitan dengan bagaimana posisi atau formasi para penari saat memperagakan tarian. 

Apakah diam di tempat? Atau bisa juga melakukan mobilisasi tertentu dengan berganti formasi dari awal hingga akhirnya.

Dalam, tari ratoh yang berasal dari Aceh ini memiliki aturan yang bersifat khusus. Misalnya, semua para penari perempuan harus berjumlah genap, dengan jumlah anggotanya sekitar 10 orang atau pun lebih, tapi harus genap.

Kemudian, semua penari akan membentuk formasi yang lurus dengan duduk bersimpuh di lantai dengan variasi 28 gerakan. 

Lalu akan dibentuk lagi pola lantai yang disesuaikan, mulai dari 6 pola lantai dengan posisi berdirinya, 13 pola lantai duduk dan 15 pola yang yang di bentuk seperti pengulangan.

Nah, demikianlah penjelasan tentang tari ratoh jaroe yang berasal dari Aceh yang dianggap sebagai kebanggaan budaya Indonesia. Bahkan, tarian ini sudah mencapai skala internasional dengan melalui perlombaan dan pertukaran penari ke luar negeri serta dapat mengharumkan tanah air Indonesia.