Tari Lenggang Nyai
blogspot.com

Tari Lenggang Nyai yang Terinspirasi dari Kisah Nyai Dasimah

Posted on

Nusantara sangat kaya akan budaya dan kesenian. Dimana setiap daerah pasti mempunyai berbagai kesenian tarian, mulai dari tari tradisional sampai kreasi baru. Salah satu tari yang terkenal di daerah Betawi, Jakarta yaitu tari lenggang nyai. Tari kreasi baru ini biasanya dibawakan oleh perempuan secara berkelompok.

Gerakannya terbilang cukup lincah, dinamis dan penuh keceriaan sehingga memikat perhatian para penonton. Yuk simak ulasan berikut untuk mengetahui lebih banyak penjelasannya! 

Sejarah Tari Lenggang Nyai

Sejarah Tari Lenggang Nyai
akamaized.net

Tari ini pertama kali diciptakan oleh Wiwik Widiastuti, seniman yang berasal dari Yogyakarta. Ia dikenal sebagai seorang seniman yang mencintai kebudayaan Betawi dan kesenian Indonesia.

Lenggang nyai berasal dari dua kata yakni“Lenggang” artinya  lenggak-lenggok dan “Nyai” yaitu representasi dari Nyai Dasimah, tokoh perempuan Betawi dalam cerita rakyat.

Menurut kisahnya, Nyai Dasimah yaitu perempuan Betawi yang berparas cantik dan ia bingung dalam menentukan siapa yang akan menjadi pendamping hidupnya.

Singkat cerita, ia pun menatap seorang pria Belanda bernama Edward William sebagai pendampingnya. Ternyata tatapannya salah, sebab semasa hidupnya dulu ia selalu diatur dan dikekang oleh suaminya.

Karena alasan tersebut, Nyai Dasimah memutuskan melakukan pemberontakan dan memperjuangkan kebebasannya. Dengan keberaniannya, akhirnya ia bebas dari penjara yang mengekangnya.

Kisah tersebut menginspirasi Wiwik Widiastuti untuk menciptakan Tari Lenggang Nyai. Dimana tarian ini melambangkan perjuangan wanita dalam membela hak dan kebebasannya.

Properti Tari Lenggang Nyai

Properti Tari Lenggang Nyai
jkt.sch.id

Tarian ini mempunyai atribut yang unik dan membedakannya dari tari tradisional lainnya. Ada beberapa properti yang digunakan dalam tarian ini, diantaranya sebagai berikut.

Artikel Menarik:  Makanan Khas Lumajang: Menikmati Kelezatan Kuliner Nusantara

1. Busana Penari

Penari menggunakan busana yang unik sebab perpaduan dari unsur Betawi dan Tiongkok. Biasanya busana tersebut berwarna terang, seperti merah dan hijau. Lalu, baju yang digunakan penari pun berukuran besar.

2. Aksesoris

Terdapat beberapa aksesoris yang digunakan penari, mulai dari atas kepala sampai ujung kaki. Berikut ini ada beberapa aksesoris yang digunakan penari, seperti:

  • Mahkota dengan desain yang identik dengan budaya Tiongkok, biasanya  digunakan di atas kepala penari.
  • Konde cepol yaitu sejenis konde khas Betawi, biasanya digunakan di kepala penari.
  • Kace, hiasan leher berwarna merah yang menutupi dada.
  • Pending, ikat pinggang yang berfungsi untuk menyangkutkan selendang di pinggang penari.
  • Apok, sejenis longtorso yang dililit dari dada sampai pinggul dan melingkari badan penari.
  • Ampreng, sejenis kain yang diikat di pinggang fungsinya untuk menutupi bagian pinggang sampai lutut penari.
  • Toka-toka, sejenis selendang berwarna terang yang berfungsi untuk mempercantik tampilan penari. Biasanya terdapat hiasan bordir berwarna emas di pinggirnya.

Baca juga: Tari Lego-lego

3. Iringan Musik

Iringan musik adalah salah satu properti yang dapat memeriahkan tarian sehingga menarik untuk disaksikan.

Selain itu, properti ini juga dapat memberikan suasana yang lebih hidup saat di tampilkan. Biasanya menggunakan alat musik seperti gambang kromong khas Betawi.

Pola Lantai Tari Lenggang Nyai

Pola Lantai
twimg.com

Setiap tarian tentu mempunyai pola lantai yang berbeda-beda. Tari tradisional umumnya menggunakan pola lantai yang sudah diatur dan memiliki aturan sendiri.

Sedangkan, tari kreasi baru menggunakan pola lantai bebas sebab nggak mempunyai aturan. Meski begitu, penerapan pola lantai harus disesuaikan dengan keindahan dan keselarasan tarian.

Artikel Menarik:  Makanan Khas Tanjung Pinang: Lezatnya Keunikan Nusantara

Untuk tari lenggang nyai, biasanya dibawa oleh perempuan dengan jumlah 4-6. Tarian ini juga masuk kedalam tari kreasi baru, tapi bisa juga dibilang tari tradisional sebab bisa dilihat dari latar belakangnya sendiri. 

Gerakan Tari Lenggang Nyai

Gerakan Tari Lenggang Nyai
kaltimprov.go.id

Tarian ini sering menampilkan nuansa yang ceria, bahagia yang terlihat dari kelincahan seorang perempuan.

Kelincahan tersebut bisa dilihat dari gerak tangan, tubuh dan kaki penari yang bergerak cepat, tapi seirama dengan iringan musik.

Dalam tarian ini ada beberapa gerakan yang mempunyai makna tersendiri, misalnya seperti:

  • Gerak selut nyai, tumpeng kepe dan ngegnjot geblak yaitu gerakan yang menyiratkan fase kebingungan Nyai Dasimah dalam memilih laki-laki pilihannya.
  • Klunter, palang tiga dan puter geong yaitu gerakan yang menggambarkan kesedihan Nyai Dasimah karena sikap suaminya yang sering mengekang dirinya.
  • Miwir ampok yaitu menggambarkan gimana Nyai Dasimah malu sebab menjadi istri kedua dan sering dibully masyarakat sekitar.
  • Gunung ukel, palang miwir dan giving yaitu gerakan yang menggambarkan gimana Nyai Dasimah sudah yakin dan mantap berpisah dengan Edward William dan memilih Samiun supaya hidupnya menjadi lebih bahagia.
  • Tusuk Wiwiek Widyastuti yaitu gerakan yang menggambarkan gimana Nyai Dasimah sudah bahagia atas pilihannya sendiri.
  • Silat menggambarkan gimana Nyai Dasimah bersama Samiun, kekasihnya yang berani melawan tentara Belanda.
  • Selut nyai dan kepak jimbe selur nyari yaitu gerakan yang menggambarkan Nyai Dasimah sangat sebab sudah merasakan kebebasan dan mendapatkan cinta sejatinya.

Dari tarian ini, para penonton bukan cuma menikmati gerakan yang estetik saja, namu. Namun juga mendapatkan nilai moral yang terkandung didalamnya. Hal tersebut tentu membuat tarian ini masih eksis sampai sekarang.