cacar monyet

Cacar Monyet; Penjelasan, Gejala, dan Cara Mengatasinya

495 View

Saat ini dunia masih belum pulih terhadap kasus pandemi Covid-19 yang belum usai. Namun, Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO telah mengeluarkan peringatan tentang kasus cacar monyet atau monkeypox.

Cacar ini hampir sama dengan penyakit cacar lainnya yang kita tahu tidak terlalu menular dan juga kurang mematikan. Pusat Pengendalian Pencegahan Penyakit Amerika Serikat menuturkan bahwa terdapat perbedaan utama yang terlihat pada gejala cacar dengan monkeypox.

Perbedaannya cacar monyet mengakibatkan kelenjar getah bening akan membengkak, sedangkan pada cacar biasa, tidak mengakibatkan hal tersebut. Penyakit ini sangat langka, monkeypox kembali menyebar dari Amerika Serikat, demikian menurut CNN melaporkan.

Menurut laporan, kasus cacar ini terjadi dari seorang pasien dari sebuah rumah sakit di Massachusetts. Baru-baru ini telah bepergian ke Kanada dengan menggunakan transportasi pribadi. Rabu (18/5/2022). Monkeypox ini sebagian besar terdeteksi dari Afrika tengah dan Barat. 

Akan tetapi, kasus tambahan sudah terlihat dari Eropa, dan juga Inggris Raya serta sejumlah negara lainnya pada tahun-tahun terakhir. Kasus-kasus ini biasanya berhubungan tentang perjalanan internasional ataupun hewan impor telah terinfeksi cacar, tutur CDC.

Spanyol juga telah mengkonfirmasi ada tujuh kasus bentuk cacar monyet, khususnya Madrid serta tengah menyelidiki 22 kasus lain. Selain itu, Italia pun mengkonfirmasi kasus pertama. Bukan hanya itu, pejabat kesehatan Kanada juga mengumumkan mereka tengah mengawasi 17 kasus yang jadi dugaan cacar ini. 

Lalu dari manakah cacar ini berasal? Dan bagaimana timbul gejala awal dan cara penyebarannya? Simak penjelasannya.

Gejala Awal Munculnya Cacar Monyet

Untuk mencari tahu pembawa utama penyakit cacar ini masih belum kita ketahui, meski tikus Afrika kuat berperan terkait penularannya. Untuk kasus pertama yang terjadi pada manusia terjadi tahun 1970 dari Republik Demokratik Kongo.

Lalu apakah ada obat cacar monyet di apotik? di Indonesia sendiri kasus ini belum pernah ditemukan. Sehingga tidak ada obat atau vaksin khusus untuk menanganinya.

  • Masa Inkubasi

cacar monyet menular melalui tikus Afrika, monyet dan tupai. Untuk masa inkubasi kurang lebih dari 7 sampai 14 hari, tutur CDC.

Zoonosis adalah penyakit menular dari hewan kepada manusia. Jika virus Hendra berasal dari kuda kepada manusia. Sedangkan cacar monyet menular melalui tikus Afrika, monyet dan tupai. Untuk masa inkubasi kurang lebih dari 7 sampai 14 hari, tutur CDC. 

Artikel Menarik:  Apa Saja 6 Akhlak BUMN? Calon Pegawai BUMN Harus Tahu!

Dalam kasus masa inkubasi monkeypox ini ataupun jarak antara dari infeksi pertama, lalu muncul gejala sekitar 6-13 hari. Akan tetapi, mungkin juga akan terjadi dengan rentang waktu lebih panjang, yaitu 5-21 hari. 

Jika seseorang mempunyai daya tubuh yang baik, penyakit ini akan sembuh sendiri dengan spontan kurang lebih sekitar 14-21 hari. Sedangkan mengutip laman Alodokter, pada saat seseorang mengalami cacar ini. Maka dokter biasanya memberikan paracetamol, guna meredakan nyeri dan demam.

Akan tetapi, meskipun Anda yang terkena cacar ini tidak menimbulkan gejala. Namun, bagi Anda yang terinfeksi, maka akan tetap berkemungkinan menularkan virus tersebut ke orang lain. Untuk gejala awal dari penyakit ini yaitu sama saja dengan cacar lainnya. 

Karena sama-sama akibat dari infeksi virus. Sehingga memunculkan gejala hampir mirip dengan penyakit flu.  Menurut (WHO, kemunculan gejala cacar ini terbagi dari dua fase infeksi  yakni fase invasi serta fase erupsi kulit. 

Anda yang terkena monkeypox ini juga sebaiknya untuk mengkonsumsi sayur, buah, gandum, biji-bijian dan susu rendah lemak. Meski bukan obat alami cacar monyet, setidaknya bisa meningkatkan imun tubuh Anda. Dari penuturan UKHSA (Badan Keamanan Kesehatan Inggris). 

Gejala awal timbul dari infeksi monkeypox ini yaitu sakit kepala, demam, nyeri otot, membengkaknya kelenjar getah bening, kelelahan dan kedinginan. Bahkan gejala ini akan terus berkembang beriringan  dengan munculnya ruam.

  • Mengalami Demam

Virus cacar monyet yang memiliki istilah monkeypox ini menyebar antar hewan lewat percikan dari air liur masuk lewat mulut,

Virus cacar yang memiliki istilah monkeypox ini menyebar antar hewan lewat percikan dari air liur masuk lewat mulut, mata, hidung ataupun kulit yang sedang terluka.  Sedangkan bila terjadi ke manusia, maka cacar ini biasanya akan menular lewat cakaran ataupun gigitan oleh hewan yang tengah terpapar virus monkeypox. 

Artikel Menarik:  Apa Saja 6 Akhlak BUMN? Calon Pegawai BUMN Harus Tahu!

Sementara untuk penularannya pun juga dapat terjadi pada saat kontak langsung dari cairan tubuh binatang yang terinfeksi.  Penyakit ini mempunyai gejala yang begitu mirip dengan penyakit cacar air. 

Dari awalnya Anda terinfeksi, maka akan mengalami lemas, demam, sakit kepala, menggigil, serta nyeri otot. Menurut dari laman “World Health Organization”, adanya gejala yang timbul akibat dari cacar ini terdiri dari beberapa fase. Fase invasi biasanya terjadi sekitar kurang lebih 5 hari. 

Dengan kemunculan gejala awal yang dapat menurunkan daya tahan dan kesehatan tubuh. Yaitu seperti demam. Dengan demikian, suhu tubuh bisa mencapai 38,5 hingga 40,5 derajat Celcius. Dalam fase ini, demam juga beriringan dengan gejala lainnya. 

Seperti tubuh Anda yang menggigil, keringat dingin, badan Anda yang mulai lemas, timbulnya nyeri otot, nyeri punggung, dan sakit kepala, hingga terjadi pembesaran pada kelenjar getah bening termasuk dari bagian rahang dan leher. Timbulnya ruam juga seringkali berawal dari wajah, lalu menjalar pada bagian tubuh lain. 

Tidak terkecuali alat kelamin. Ruam akan berubah setelah melewati beberapa tahapan yang berbeda. Bahkan juga dapat terlihat layaknya seperti  penyakit cacar air ataupun sifilis, dan akhirnya akan membentuk keropeng. 

Setelah itu, akan rontok secara perlahan. Ada sebagian pasien yang berhasil sembuh dari penyakit cacar monyet dengan hitungan beberapa minggu.

  • Muncul Ruam

Untuk fase atau gejala cacar monyet berikutnya yaitu erupsi kulit.

Untuk fase atau gejala berikutnya yaitu erupsi kulit. Pada fase ini akan terjadi sekitar 1 sampai 3 hari sesudah demam yang mulai berlangsung. Timbulnya gejala cacar pada fase tersebut bisa memunculkan ruam kulit, maka akan terlihat jelas kemerahan pada bagian wajah sampai seluruh tubuh. 

Timbulnya ruam kulit nantinya secara perlahan-lahan dapat berubah seperti bintik-bintik yang berisi air. Dan nantinya apabila sembuh, maka akan menimbulkan bekas layaknya luka koreng. 

Artikel Menarik:  Apa Saja 6 Akhlak BUMN? Calon Pegawai BUMN Harus Tahu!

Munculnya bintik berair mulai dari wajah hingga dapat menjalar pada bagian tubuh lainnya. Ada perbedaan dengan cacar air, yaitu bintik berair dari monkeypox ini akan berubah jadi bernanah. 

Cacar ini pun juga dapat menimbulkan benjolan pada ketiak, leher, ataupun selangkangan, karena mengakibatkan membengkaknya kelenjar getah bening.

Cara Mengobati Cacar Monyet

Asal usul penyakit cacar ini berawal dari hewan liar, yaitu hewan primata dan pengerat. dan terkadang juga dapat menular pada diri manusia. Monkeypox ini pertama kali teridentifikasi oleh ilmuwan tahun 1958 pada saat dua wabah seperti cacar yang terjadi pada koloni monyet peliharaan untuk penelitian, tutur CDC. 

Sedangkan untuk cara mengobati cacar monyet ini, maka Anda harus rajin membersihkan diri dan mengkomunikasikan makanan yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh. Agar proses penyembuhan pun berjalan lebih cepat.

Jika seseorang terinfeksi monkeypox, maka ada baiknya jika melakukan beberapa cara agar bisa meningkatkan daya tahan tubuh. Dengan begitu, dapat mengurangi melemahkan daya tahan tubuh anda pada saat terinfeksi penyakit cacar monyet tersebut.