Tari Gandrung
blogspot.com

Tari Gandrung, Menunjukkan Eksistensi Masyarakat Osing

Posted on

Tari gandrung merupakan tari tradisional yang berasal dari Banyuwangi, Jawa Timur. Tarian ini sudah dipentaskan sejak ratusan tahun yang lalu yang menjadi wujud dari rasa syukur atas hasil panen yang berlimpah.

Biasanya, tarian ini dibawakan laki-laki yang disebut pemaju dan perempuan disebut penari. Dalam tarian ini, Istilah gandung diartikan sebagai pesona penari yang ditonton masyarakat.

Namun gimana sih sejarah dari tarian gandrung? Yuk simak ulasan berikut!

Gimana Sejarah Tari Gandrung?

Gimana Sejarah Tari Gandrung
wikimedia.org

Katanya, tarian ini sudah mulai dikenal sejak dibuatnya Hutan Tirtagindob yang berada di kota Blambangan. Masyarakat Banyuwangi menceritakan bahwa penari pertama yaitu seorang laki-laki yang bernama masran.

Biasanya masran tersebut keliling ke desa-desa untuk menari bersama yang diiringi dengan alat musik kendang. Nantinya, masran dan timnya akan mendapatkan imbalan seperti beras dari masyarakat yang berada.

Beras tersebut bukan untuk dimakan sendiri, namun diberikan kepada masyarakat yang kesulitan dalam kebutuhannya sehari-hari. Seiring berkembangnya waktu, tarian ini pun dikenal dengan tarian yang dibawakan penari perempuan.

Perubahan perannya berkaitan dengan kisah seorang gadis kecil bernama Semi yang berusia 10 tahun pada tahun 1895. Saat itu ia terkena penyakit yang nggak bisa di sembuhkan.

Lalu ibunya bernama Mak Midah pun bernazar, kalau anaknya sembuh akan dijadikan penari. Beberapa saat kemudian, semi pun sembuh dan ibunya memenuhi nazarnya.

Kemudian semi menjadi pelopor penari gandrung wanita yang jejaknya diikuti oleh adik-adiknya dengan menggunakan gandrung sebagai nama panggung.

Awalnya, gandrung cuma boleh ditarikan oleh keturunan penari sebelumnya saja, tapi sejak 1970-an, tari ini semakin digemari sehingga banyak gadis yang menarikannya.

Artikel Menarik:  Mengulik Sejarah Tari Randai yang Masih Berkembang Sampai Sekarang

Artikel terkait: Tari Bondan

Makna Tari Gandrung

Makna Tari Gandrung
seringjalan.com

Setiap tarian tentu memiliki makna dan arti khusus saat dimainkan. Nah begitu juga dengan tarian ini yang dari sekedar tarian untuk merayakan panen raya.

Namun untuk mengucapkan rasa syukur masyarakat atas apa yang didapatkan. Gandrung artinya tergila-gila atau terpesona.

Jadi maknanya tersebut ditujukan kepada Dewi Sri yang sudah memberikan kesejahteraannya untuk masyarakat. Itulah sebabnya kenapa tarian ini dilakukan saat panen besar-besaran.

Saat ini tarian tersebut terus berkembang hingga menjadi seni hiburan masyarakat sekitar. Bahkan, bisa dipentaskan saat acara pernikahan, khitanan dan lain sebagainya. 

Karakteristik Tari Gandrung

Karakteristik Tari Gandrung
jatimnow.com

Selain makna, karakteristik juga sangat mempengaruhi pertunjukan tarian ini. Adapun karakteristik yang ada pada tarian ini, yaitu:

1. Busana

Busana yang dipakai penari sangat khas dan berbeda dengan tari Jawa lainnya. Karena model yang dipakai perpaduan dari budaya Jawa dan Bali, yakni Kerajaan Blambangan.

Biasanya terbuat dari beludru berwarna hitam, kemudian dihiasi dengan ornamen kuning emas dan manik-manik yang berbentuk leher botol melilit leher sampai dada. Lalu bagian pundak dan separuh punggung dibiarkan terbuka.

Di bagian lengan atas terdapat kelat bahu dan penari pun menggunakan ikat pinggang sera sembong yang diberi kain dan selendangnya pun akan dipakai di bahu.

Pada bagian kepala penari terdapat hiasan seperti mahkota (omprok) yang dibuat dari kulit kerbau dan mendapat hiasan ornamen dengan warna emas dan merah.

Di bagian mahkota pun terdapat hiasan tokoh Antasena (putra Bima berkela raksasa) dengan badan berbentuk ular. Biasanya penari menggunakan kain batik di bagian bawahnya.

Memang banyak batik digunakan, namun yang paling sering digunakan yaitu batik bercorak gajah oling, tumbuhan dan belalai gajah. Saat menari, penari pun membawa sebuah kipas yang dipakai pada bagian tarian tertentu.

Artikel Menarik:  Tari Banyuwangi, Identitas Budaya dan Daya Tarik Pariwisata¬†

2. Musik Pengiring

Pada umumnya, tarian ini dimainkan dengan iringan alat musik seperti gong, kluncing atau triangle, biola, gendang dan kethuk. Saat penari menari, terdapat pengundang yang bertugas untuk memberikan semangat dan efek lucu dalam tarian ini.

Perlu diketahui bahwa tari gandrung salah satu kekayaan budaya yang harus dilestarikan. Karena memberi wawasan dan pengetahuan budaya untuk kita. Jadi sebagai masyarakat Indonesia harus bangga sebab memiliki negara yang kaya akan budaya.