Bulan ramadhan adalah momen yang paling ditunggu. Sebab pada bulan ini segala amal ibadah mendapatkan balasan pahala

Intip 6 Gaya Hidup Sehat Selama Bulan Ramadhan Ala Rasulullah

477 View

Terhitung sejak 3 April, umat Islam kembali menjalankan ibadah puasa bulan ramadhan tahun 2022. Bulan ramadhan adalah momen yang paling ditunggu. Sebab pada bulan ini segala amal ibadah mendapatkan balasan pahala yang berlimpah dari Allah SWT.

Ramadhan menjadi kesempatan terbaik untuk meminta pengampunan serta keridhoan Allah SWT. Supaya mampu menjalankan ibadah puasa dengan lancar, sudah sepatutnya kita memperhatikan gaya hidup sehat.

Selama bulan ramadhan, umat Islam berpuasa pada siang harinya, dan tidak mendapatkan asupan nutrisi. Puasa terhitung dari terbitnya fajar sampai dengan tenggelamnya matahari. 

Pola hidup yang sehat dapat membantu mempertahankan stamina selama berpuasa. Sehingga kita bisa beraktivitas seperti biasa, tanpa kendala apapun. 

Seputar gaya hidup sehat selama ramadhan, tidak ada panutan yang paling layak ditiru selain daripada gaya hidup Rasulullah SAW. Berikut adalah gaya hidup sehat selama ramadhan ala Rasulullah SAW yang bisa kita tiru.

Gaya Hidup Sehat Rasulullah SAW Selama Ramadhan 

Berpuasa pada bulan ramadhan tidak menjadi alasan untuk kita melalaikan aktivitas sehari-hari. Menahan lapar dan haus pada siang harinya tidak serta-merta mengizinkan kita untuk bermalas-malasan.

Supaya stamina tetap terjaga selama ramadhan, kita bisa meniru gaya hidup sehat ala Rasulullah SAW. Lantas seperti apakah gaya hidup yang Rasulullah contohkan selama ramadhan? Berikut penjelasan lengkapnya!

1. Tidak Begadang

Salah satu perbuatan yang tidak dianjurkan oleh Rasulullah SAW adalah begadang. Terlebih pada bulan ramadhan.

Salah satu perbuatan yang tidak dianjurkan oleh Rasulullah SAW adalah begadang. Terlebih pada bulan ramadhan. Sebagian orang akan berdalih, begadang membantunya terjaga sampai waktu sahur.

Apakah perbuatan ini dibenarkan? Sekalipun tidak ada dalil shahih terkait larangan begadang, kebiasaan ini lebih baik kita tinggalkan, sebab memberikan dampak buruk terhadap kesehatan tubuh.

Artikel Menarik:  Teks UUD 1945 dan Nilai-Nilai di Dalamnya

Rasulullah merekomendasikan waktu tidur adalah setelah shalat Isya. Ada beberapa hikmah tidur setelah Isya, salah satunya adalah menghidupkan malam dengan ibadah pada sepertiga malam terakhir.

Berdasarkan sudut pandang medis, manusia membutuhkan waktu tidur 7 sampai dengan 9 jam. Khusus bulan ramadhan, kita harus bangun lebih awal untuk melakukan sahur. Supaya porsi tidur ini tetap terpenuhi, maka tidurlah setelah melaksanakan shalat sunnah tarawih.

Begadang sampai dengan waktu sahur tidak memberikan manfaat yang baik untuk tubuh. Esok harinya, Anda hanya akan merasa kelelahan dan juga mengantuk, sehingga mengganggu aktivitas pada siang harinya.

Tubuh yang kurang istirahat juga lebih rentan terserang penyakit. Sebisa mungkin kita semua harus menjaga kesehatan selama bulan ramadhan. Apabila sakit, tentunya tidak bisa melaksanakan ibadah puasa. 

2. Konsumsi Air Putih yang Cukup

Selain menghindari begadang, Rasulullah juga menganjurkan konsumsi air putih yang cukup selama ramadhan. Tahukah Anda berapa idealnya konsumsi air putih dalam satu hari? Ya, 8 gelas satu hari.

Ketika berpuasa, bagaimana konsumsi air putih ini supaya tetap terpenuhi? Untuk memenuhi konsumsi air putih  8 gelas per hari, Anda bisa menyiasatinya dengan trik berikut.

1 gelas setelah bangun tidur. 1 gelas menjelang makan sahur, 1 gelas lagi setelah makan sahur. Ketika masuk waktu berbuka, silahkan minum air putih 1 gelas lagi. Lalu 1 gelas setelah menyantap makan malam.

1 gelas lagi setelah shalat tarawih, dan 1 gelas terakhir satu jam sebelum tidur. Dengan trik ini, kebutuhan air putih tetap terjaga selama berpuasa. Tubuh tidak akan kekurangan cairan, dan kita bisa beraktivitas dengan nyaman pada siang harinya.

3. Jaga Kebersihan

Bukan cuma bulan ramadhan, tetapi setiap saat. Selain indah, tempat dan pakaian yang bersih juga kita butuhkan untuk beribadah kepada Allah SWT.

Cara ketika yang Rasulullah ajarkan dalam menjaga pola hidup adalah menjaga kebersihan. Anda pastinya familiar dengan kalimat bijak berikut, kebersihan adalah sebagian daripada iman.

Artikel Menarik:  Mengenal Macam-macam Pakaian Adat Jawa Timur

Dalam sebuah hadits juga dikatakan, bahwasanya Allah itu suci yang menyukai hal-hal yang suci, Dia maha bersih yang menyukai kebersihan, Dia maha mulia yang mencintai kemuliaan, dan Allah maha indah yang menyukai keindahan. Maka dari itu bersihkanlah tempat-tempatmu.

Hadits ini menjadi dalih mengapa kita wajib menjaga kebersihan. Bukan cuma bulan ramadhan, tetapi setiap saat. Selain indah, tempat dan pakaian yang bersih juga kita butuhkan untuk beribadah kepada Allah SWT. 

Makanya, menjaga kebersihan dan kesucian tidak cuma di bulan ramadhan saja.

4. Menjaga Pola Makan

Tahukah Anda, segala sesuatu yang sifatnya berlebihan itu tidak baik. Contohnya saja makan dan minum dengan berlebihan ketika berbuka puasa. Setelah menahan lapar dan haus selama satu hari penuh, umat Islam akan berbuka ketika waktu Maghrib.

Kejadian yang paling sering ditemukan adalah mereka berbuka dengan berlebihan, sampai melalaikan shalat Maghrib akibat terlalu kenyang. Ini merupakan perilaku yang tidak sepatutnya kita kerjakan.

Selain berbuka secukupnya, Rasulullah juga menganjurkan untuk memilih makanan yang sehat untuk berbuka puasa. Setelah satu hari penuh berpuasa, tubuh tidak menerima nutrisi dan cairan apapun.

Maka dari itu, untuk memenuhi kebutuhan cairan dalam tubuh, kita dianjurkan berbuka dengan satu gelas air putih terlebih dahulu. Setelahnya bisa berbuka dengan makanan yang ringan, seperti buah kurma.

Rasulullah SAW tidak menganjurkan berbuka dengan makanan yang berat. Ada beberapa alasan, pertama akan lebih mudah merasa kenyang dan menimbulkan rasa malas melaksanakan ibadah shalat Maghrib.

Alasan kedua dapat kita tinjau dari sisi medis atau sudut pandang kesehatan. Makanan berat ketika berbuka puasa dapat memicu terjadinya masalah pada sistem pencernaan. 

Sebagai gantinya, Anda bisa mengkonsumsi makanan yang mengandung serat dan mineral. Contohnya saja buah-buahan yang segar.

5. Memilih Makanan yang Tepat Untuk Sahur

Makan sahur adalah salah satu pembeda antara umat muslim dengan umat yahudi pada bulan ramadhan

Bukan cuma memperhatikan makanan ketika berbuka, kita juga harus menjaga makanan ketika sahur. Sahur adalah kegiatan bersantap sebelum terbitnya fajar atau masuknya waktu subuh. Ini sekitar pukul 3- 4 pagi.

Artikel Menarik:  Logo UKS: Sejarah dan Artinya

Makan sahur adalah salah satu pembeda antara umat muslim dengan umat yahudi pada bulan ramadhan. Makanya, kita harus makan sahur untuk berpuasa. Supaya tubuh kuat menjalani puasa satu hari penuh, makanan sahur yang dipilih tidak boleh sembarangan.

Makanan yang dianjurkan adalah makanan dengan kandungan karbohidrat dan juga serat yang tinggi. Sebagai masyarakat Indonesia, kita bisa mengkonsumsi nasi dan juga buah-buahan pada waktu sahur.

6. Menjaga Silaturahmi

Menjaga silaturahmi merupakan bagian daripada pola hidup yang Rasulullah anjurkan selama bulan ramadhan. Silaturahmi menjadi momen untuk mempererat hubungan persaudaraan. 

Salah satu bentuk silaturahmi yang bisa kita lakukan selama ramadhan adalah dengan berbagi kepada tetangga. Misalkan berbagi takjil untuk berbuka puasa, atau semacamnya.

Kalau tidak memiliki makanan untuk berbagi, kita bisa menjaga silaturahmi dengan saling bertemu, bertukar sapa dan bercengkerama. Ini juga membantu menghilangkan stress dan perasaan cemas.

Namun perlu jadi perhatian, jangan sampai kegiatan bercengkrama menjadi tempat untuk menyebarkan gosip atau bergunjing, ya!

Demikianlah hal-hal yang sudah Rasulullah ajarkan kepada kita umat manusia untuk menjalani ramadhan dengan maksimal. Semoga ini dapat menjadi awalan yang baik untuk kita menjalani sisa hari ramadhan tahun ini.