kerajaan kalingga
pexels.com

Kerajaan Kalingga: Sejarah dan Kehidupan

Posted on

Kerajaan Kalingga adalah sebuah kerajaan yang terletak di Jawa Tengah pada abad ke-6 hingga abad ke-7 Masehi. Kerajaan ini memiliki banyak sekali cerita dan kisah menarik yang bisa dijadikan sebagai pembelajaran bagi kita semua. Dalam artikel ini, kita akan membahas sejarah dan kehidupan Kerajaan Kalingga secara santai dan ringan.

Asal Usul Kerajaan Kalingga

Menurut sejarah, Kerajaan Kalingga pertama kali didirikan oleh seorang tokoh bernama Sanjaya pada sekitar abad ke-6 Masehi. Sanjaya sendiri merupakan keturunan dari Dinasti Syailendra yang juga memerintah di pulau Jawa. Awalnya, Sanjaya memerintah sebagai seorang raja kecil di daerah Jawa Tengah. Namun, ia berhasil memperluas kekuasaannya hingga ke wilayah Kalingga yang saat itu masih berupa hutan belantara.

Sanjaya kemudian menetap di Kalingga dan membangun kerajaan yang kuat. Ia dikenal sebagai raja yang bijaksana dan adil, sehingga banyak penduduk setempat yang merasa nyaman di bawah kepemimpinannya. Kekuasaan Sanjaya kemudian dilanjutkan oleh putranya yang bernama Rakai Panangkaran.

Peninggalan Kerajaan Kalingga

Kerajaan Kalingga dikenal sebagai salah satu kerajaan Hindu-Buddha terbesar di pulau Jawa pada masanya. Selama masa kejayaannya, Kerajaan Kalingga telah meninggalkan banyak peninggalan bersejarah yang masih bisa ditemukan hingga saat ini.

Salah satu peninggalan Kerajaan Kalingga yang paling terkenal adalah Candi Borobudur. Candi Borobudur merupakan sebuah candi Buddha yang terletak di Magelang, Jawa Tengah. Candi ini dibangun pada masa pemerintahan Wangsa Syailendra, yang merupakan keturunan dari Kerajaan Kalingga. Selain Candi Borobudur, Kerajaan Kalingga juga meninggalkan banyak peninggalan arkeologi lainnya seperti Candi Mendut dan Candi Pawon.

Artikel Menarik:  Tari Ratoh Jaroe, Tarian Pembukaan Asian Game

Pemerintahan Kerajaan Kalingga

Pemerintahan Kerajaan Kalingga didasarkan pada sistem monarki dengan raja sebagai pemimpin tertinggi. Raja Kalingga memiliki kekuasaan mutlak dalam memerintah kerajaan. Namun, ia juga didampingi oleh para pembantunya yang terdiri dari para pejabat tinggi dan menteri.

Salah satu ciri khas pemerintahan Kerajaan Kalingga adalah adanya sistem kekerabatan yang sangat kuat. Hal ini terlihat dari banyaknya raja Kalingga yang merupakan keturunan dari raja sebelumnya. Selain itu, para kerabat raja juga sering diberi jabatan penting dipemerintahan, seperti menjadi menteri atau kepala wilayah.

Selain sistem kekerabatan yang kuat, pemerintahan Kerajaan Kalingga juga dikenal sebagai pemerintahan yang sangat terorganisir dan efisien. Hal ini terlihat dari banyaknya proyek pembangunan yang dilakukan oleh Kerajaan Kalingga seperti pembangunan irigasi dan jalan raya.

Agama di Kerajaan Kalingga

Agama yang dianut oleh Kerajaan Kalingga pada awalnya adalah agama Hindu-Buddha. Hal ini terlihat dari banyaknya peninggalan arkeologi berupa candi-candi Hindu-Buddha yang masih bisa ditemukan di wilayah Jawa Tengah.

Namun, pada masa pemerintahan Ratu Shima, Kerajaan Kalingga mulai beralih ke agama Buddha. Hal ini terlihat dari banyaknya candi Buddha yang dibangun pada masa pemerintahannya seperti Candi Mendut dan Candi Borobudur.

Perdagangan di Kerajaan Kalingga

Kerajaan Kalingga dikenal sebagai kerajaan yang kaya dan makmur. Salah satu penyebabnya adalah karena kerajaan ini memiliki jalur perdagangan yang strategis. Jalur perdagangan Kerajaan Kalingga terletak di antara dua pelabuhan besar yaitu Pelabuhan Kalingga dan Pelabuhan Barus. Jalur perdagangan ini sangat penting karena menghubungkan wilayah timur dan barat Jawa Tengah.

Kerajaan Kalingga juga terkenal sebagai pusat perdagangan rempah-rempah, emas, perak, dan sutra. Banyak pedagang dari India, China, dan Arab yang datang ke Kerajaan Kalingga untuk berdagang.

Kehidupan Masyarakat Kerajaan Kalingga

Masyarakat Kerajaan Kalingga terdiri dari beragam suku dan etnis. Namun, mereka memiliki satu kesamaan yaitu mereka memeluk agama Hindu-Buddha. Masyarakat Kerajaan Kalingga juga dikenal sebagai masyarakat yang sangat religius dan taat beribadah.

Selain itu, masyarakat Kerajaan Kalingga juga sangat menghargai pendidikan. Banyak orang-orang terpelajar pada masa itu seperti para brahmana dan raja-raja kecil yang memiliki ilmu pengetahuan yang luas. Mereka juga sangat pandai dalam bidang seni dan kerajinan tangan seperti ukir kayu, tenun, dan anyaman.

Keruntuhan Kerajaan Kalingga

Kerajaan Kalingga mengalami kemunduran pada abad ke-7 Masehi. Hal ini terjadi karena serangan dari Kerajaan Srivijaya yang saat itu sedang mengalami masa kejayaannya. Selain itu, Kerajaan Kalingga juga terkena dampak dari bencana alam seperti letusan gunung berapi dan gempa bumi.

Akhirnya, pada abad ke-8 Masehi, Kerajaan Kalingga resmi bergabung dengan Kerajaan Mataram yang saat itu sedang mengalami masa kejayaannya di bawah pimpinan Rakai Pikatan. Pernikahan antara putri Ratu Shima dengan Rakai Pikatan dianggap sebagai tanda persatuan antara Kerajaan Kalingga dan Kerajaan Mataram.

Kesimpulan

Kerajaan Kalingga adalah salah satu kerajaan besar yang pernah ada di wilayah Jawa Tengah. Meskipun tidak sebesar Kerajaan Majapahit, namun Kerajaan Kalingga memiliki peran penting dalam sejarah Nusantara. Selain dikenal sebagai kerajaan yang kaya dan makmur, Kerajaan Kalingga juga terkenal karena sistem kekerabatan yang kuat, pemerintahan yang terorganisir dan efisien, serta jalur perdagangan yang strategis.

Agama yang dianut oleh Kerajaan Kalingga awalnya adalah agama Hindu-Buddha, namun pada masa pemerintahan Ratu Shima, Kerajaan Kalingga mulai beralih ke agama Buddha. Masyarakat Kerajaan Kalingga terdiri dari beragam suku dan etnis, namun mereka memiliki satu kesamaan yaitu memeluk agama Hindu-Buddha dan sangat menghargai pendidikan.

Artikel Menarik:  Kerajaan Melayu: Sejarah dan Perkembangannya

Kerajaan Kalingga mengalami kemunduran pada abad ke-7 Masehi karena serangan dari Kerajaan Srivijaya dan bencana alam. Akhirnya, Kerajaan Kalingga bergabung dengan Kerajaan Mataram pada abad ke-8 Masehi di bawah pimpinan Rakai Pikatan.

Meskipun Kerajaan Kalingga tidak lagi eksis saat ini, namun peninggalan-peninggalannya masih bisa ditemukan di wilayah Jawa Tengah seperti Candi Borobudur, Candi Mendut, dan Candi Kalasan. Sebagai masyarakat Indonesia, sudah sepatutnya kita melestarikan peninggalan-peninggalan sejarah tersebut sebagai warisan budaya yang sangat berharga.