Tari Payung
wikimedia.org

Sejarah Tari Payung: Fungsi, Pola lantai Serta Filosofi yang Dimilikinya

134 View

Tari payung merupakan salah satu tarian adat yang berasal dari Minangkabau, Sumatera Barat. 

Secara umum, seni tari merupakan sebuah kebudayaan yang diturunkan secara turun-temurun oleh leluhur gunanya sebagai sarana hiburan maupun pembukaan sebuah pentas dan pesta.

Dimana, tarian ini dilakukan menggunakan payung sebagai media atau instrumen pelengkap sampai mempunyai keunikannya sendiri.

Sejarah Tari Payung

theinsidemag.com

Pada masa penjajahan belanda, sejarah tari payung ada berkaitan erat dengan seni drama yang dikenal dengan nama drama  toonel. 

Drama toonel merupakan sebuah kesenian randai yang lahir sebab pengaruh kelompok seniman dari Semenanjung Malaya. Kemudian, drama tersebut di pertunjukan pada seni komedi dari suku Melayu di Sumatera Barat. 

Pada umumnya, tari payung cuma menjadi penampilan selingan dari babak ke babak dalam rangkaian drama toonel. Di tahun 1920 tarian ini semakin berekembang dan terkenal hingga mendapat sambutan positif dari masyarakat Bukittinggi. 

Pertama kali, di tata dalam bentuk tarian teater oleh Muhammad Rasyid Manggis pada tahun 1904 hingga 1984. Kemudian penataan tari dilanjutkan oleh Sitti Gam pada tahun 1920-an. 

Sitti Gam merupakan teman seangkatan Rasyid Manggis saat di Normal School Bukittinggi. Tari payung tersebut di tata koreografinya dengan tema pergaulan muda-mudi. 

Lebih tepatnya, tarian ini menjelaskan tentang sepasang muda-mudi yang berlibur ke Sungai Tanang, di sebuah pemandian yang ada di Bukittinggi. Cerita tersebut disesuaikan dengan gambar kehidupan remaja yang hidup di kota dengan aturan adat yang berlaku. 

Sementara itu, ada hal menarik dalam tarian ini, yakni seluruh penarinya dilakukan oleh perempuan dan peran laki-laki akan diganti oleh perempuan, termasuk penabuh alat musik pengiringnya. 

Selain itu, adat minangkabau di zaman dahulu melarang wanita untuk melakukan kegiatan di luar rumah gadang. Dari hal tersebut menjadi inspirasi Sitti Agam dengan membentuk organisasi perempuan di tahun 1924 bernama Serikat Kaum Ibu Sumatera. 

Filosofi Tari Payung

Tarian ini sama seperti tari lainya yang ada di Indonesia. Dimana, masing-masing mempunyai makna dan filosofinya tersendiri. Makna dari tari payung yaitu sebuah wujud perlindungan dan kasih sayang dari seorang suami terhadap istrinya. 

Berikut ini terdapat penjelasan tentang makna dari properti yang digunakan dalam pementasan tari payung, yaitu:

1. Payung

Payung yang digunakan para penari pasti mempunyai makna yakni perlindungan antara suami dan istri dalam berperan sebagai pilar utama dalam hubungan rumah tangga. 

Dalam pertunjukannya, para penari pria akan melakukan gerakan seperti sedang memayungi para penari wanita.

2. Selendang

Selendang merupakan sebuah properti yang digunakan oleh penari wanita. Dimana, Properti ini menceritakan tentang ikatan cinta yang suci dan penuh dengan kesetiaan. 

Selain itu, selendang juga mempunyai arti yaitu kesiapan seseorang dalam membangun rumah tangga. Biasanya, gerakan yang dilakukan oleh penari wanita yaitu mengalungkan selendang ke leher penari laki-laki.

3. Lagu

Ada beberapa lagu yang digunakan untuk tarian ini salah satunya lagu yang berjudul Babendi-bendi ke Sungai Tanang. Lagu tersebut menceritakan tentang pasangan suami istri yang berlibur dan berbulan madu ke Sungai Tanang.

Pertunjukan Tari Payung

Biasanya, pertunjukan tari payung biasanya dibawakan secara berpasangan dengan 3 hingga 4 pasang muda-mudi. Setiap pasangan akan melakukan gerak tari yang menceritakan drama kisah cinta mereka sampai menuju ke pelaminan. 

Sementara itu, terdapat alat musik yang mengiringi tari payung seperti rebana, gendang, akordion, dan gamelan khas Melayu. 

Untuk pementasannya juga nggak ada batasan, asalkan tempatnya luas. Dari hal tersebut la tarian ini menjadi salah satu tari tradisional yang sudah masuk ke masa kontemporer.

Keunikan Tari Payung

Sebenarnya, tari payung mempunyai beberapa keunikan, antara lain yaitu:

  • Para penari menggunakan payung dan selendang sebagai properti yang mendominasi pertunjukan.
  • Gerakan penari tersebut saling bersahutan hingga memperlihatkan romantisme dan kasih sayang antara penari laki-laki dan perempuan.
  • Gerakan tarian ini terlihat dinamis dan terkesan ramai sehingga cocok untuk pertunjukan pada acara maupun pesta.

Fungsi Tari Payung

republika.co.id

Secara umum, tari payung adalah salah satu jenis tarian yang tergolong dalam kesenian sikambang. 

Tahukan Anda Apa itu sikambang? 

Sikambang yaitu sebuah jenis kesenian yang terdiri atas tari dan musik yang terlepas dari masyarakat pesisir. 

Meskipun tarian ini berasal dari beberapa versi, namun seluruh sumber sudah sepakat bahwa tari payung menceritakan tentang pasangan suami istri yang baru saja menikah.

Cerita dalam tarian tersebut tentang perempuan dan laki-laki yang bertemu sampai menikah, lalu laki-laki harus merantau untuk mencari nafkah. Tari payung mempunyai fungsi yang cukup beragam, antara lain yaitu: 

1. Sebagai Sarana Ritual Pesta

Dengan adanya penggambaran kasih sayang antara sepasang muda-mudi tentu dijadikan sebagai pertunjukan tari yang sering digelar saat acara pesta pernikahan Melayu.

2. Sebagai Hiburan

Tari Payung saat ini sudah banyak dipertunjukan pada acara non formal yang berfungsi sebagai hiburan. Biasanya,  gerakan yang dipentaskan dalam tarian ini juga pun lebih dinamis dari tari lainnya.

Pola Lantai Tari Payung 

Untuk gerakan penari wanita dalam Tari Payung seperti gerak lenggang, lenggok, dan joget. Sedangkan untuk penari laki-laki diadaptasi dari tari asal Minangkabau seperti gerak pencak silat. 

Dimana, tarian ini membentuk gerakan ilusi dan huruf S. Selain itu, tarian ini membentuk pola lantai garis vertikal, horizontal, lingkaran dan segitiga. 

Pada pola lantai vertikal, para penari berbaris secara vertikal sampai membentuk garis lurus dari depan ke belakang, begitupun sebaliknya. Pola lantai horizontal merupakan posisi penari berbaris dari samping ke samping sampai membentuk garis lurus. 

Sedangkan, untuk pola diagonal para penari berbaris secara menyerong hingga membentuk garis miring yang menyudut ke kanan dan ke kiri, begitu pun sebaliknya. 

Nah, untuk yang terakhir yaitu pola lantai melingkar, para penari berkerumunan ke tengah kemudian membentuk lingkaran.

Busana Tari Payung

Biasanya, untuk penari perempuan menggunakan pakaian melayu minang. Pakain tersebut seperti baju kurung (kebaya), kain songket sebagai bawahan dan hasa kepala seperti mahkota keemasan. 

Sedangkan, untuk busana penari laki-laki seperti baju lengan panjang dan celana panjang berwarna lengkap dan serupa dengan sarung songket dan kopiah khas melayu.

Tari khas yang menceritakan tentang percintaan ini sangat pas untuk dinikmati. Dengan  mempunyai makna sebagai suami yang menunjukkan kasih sayangnya kepada sang istri dengan gerakan penari pria memayungi penari wanita. Dari drama tersebutlah tarian ini menjadi poin tambah sebagai daya tarik para penonton. Terima kasih atas kunjungan Anda.